JATIM, (M-RADARNEWS.COM),-                Seorang pemuda yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian atau ujaran kebencian terhadap Gus Miftah melalui akun media sosial Instagram. Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Ulah pemuda berinisial H ini sempat viral dan sudah mendapat 7.149 komentar dan 431.996 tayangan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring, SH, SIK, M.Si., mengatakan, pelaku tersebut merupakan warga desa Ngrambingan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek ini diamankan oleh jajaran Satreskrim dengan Polsek Panggul.

“Iya benar, yang sudah kita amankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolres Trenggalek, AKBP Doni, Rabu (26/05/2021).

AKBP Doni menjelaskan, berawal dari patroli siber oleh jajarannya yang menemukan postingan akun Instagram @Mokooku mengomentari postingan akun Instagram @gusmiftah dengan kata-kata “Koe ojo dakwah kowe asu idu kyai… Tak piles ndasmu lek ora leren (Kamu jangan dakwah kamu anjing bukan kyai. Ku injak kepalamu kalau tidak berhenti),” terangnya.

Tak berhenti disitu, pelaku kembali mengunggah sebuah video di Snapgram atau status Instagram yang dengan kalimat “Miftah gendeng ali gondrong sak kanca-kancane kui jahula. Matamu pora yo podo nyawang kyai kui piye cok (Miftah gila dan gondrong, teman-teman itu jahula. Matamu apa tidak melihat kalau kyai itu bagaimana cok),” bebernya.

Mengetahui hal tersebut, petugas melakukan profiling terhadap pelaku yang belakangan diketahui merupakan warga Kabupaten Trenggalek hingga berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Atas peristiwa tersebut, petugas keamanan barang bukti berupa sebuah smartphone. Sedangkan terhadap pihak yang dapat diambil tanggung jawabnya dengan Pasal 45 ayat (3) UURI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan hukuman kurungan selama empat tahun penjara dan/ atau denda paling banyak Rp750 juta. (red/tnpj)

Facebook Comments Box