JATIM, (M-RADARNEWS.COM),-               Polri menetapkan 6 (enam) tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan orang termasuk suporter Arema FC.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, bahwa penetapan keenam status menjadi tersangka berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup.

“Keenan tersangka tersebut di antaranya berinisial AHL (Dirut PT LIB), AH (ketua panitia pertandingan), SS (security officer), Wahyu SS, (Kabag Ops Polres Malang), H (Brimob Polda Jatim), dan PSA, (Kasatsamapta Polres),” kata Kapolri saat gelar konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Kamis (06/10/2022) malam.

Kapolri mengatakan, keenam tersangka diduga melanggar Pasal 359 KUHP atau Pasal 360 KUHP serta Pasal 103 Juncto Pasal 152 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

“Ada dua proses yang dilakukan, yakni proses pidana dan proses pemeriksaan etik untuk anggota Polri yang melakukan tindakan penggunaan gas air mata,” terang Kapolri.

Adapun sebanyak 31 personel telah diperiksa terkait tragedi ini. “Internal 31 personel. Ditemukan bukti yang cukup 20 orang terduga pelanggaran. Personel menembakkan gas air mata di dalam stadion ada 11 personel,” ujar Kapolri.

Adapun untuk proses penyidikan, tim sudah memeriksa 48 saksi meliputi 26 personel Polri, 3 orang penyelenggaraan pertandingan, 8 orang steward, 6 saksi di TKP, dan 5 korban. (rd/tn)

Facebook Comments Box