M-RADARNEWS.COM, JATIM – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau hasil pelaksanaan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) pada Ruas Banjarkemantren-Prasung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (07/02/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran konektivitas kawasan industri prioritas, serta mendukung arus distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Informasi ini disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi @pu_jalan_jatimbali, Minggu (08/02/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan, proyek peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer tersebut telah tuntas 100 persen melalui pembiayaan APBN 2025, dan kini mulai memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ruas jalan tersebut merupakan salah satu koridor penting yang menghubungkan sentra permukiman dengan kawasan industri dan pergudangan di wilayah Sidoarjo bagian utara.

Menteri Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan daerah melalui Program IJD menjadi instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan, serta penguatan konektivitas bagi daerah.

“Peningkatan jalan pada Ruas Banjarkemantren-Prasung ini merupakan upaya penguatan konektivitas di Kabupaten Sidoarjo. Pekerjaannya sudah selesai dan dari apa yang kita lihat, sudah dimanfaatkan masyarakat,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, penguatan konektivitas daerah menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong swasembada pangan, energi, serta peningkatan daya saing ekonomi wilayah. Ruas ini juga diharapkan memperlancar logistik industri kecil menengah (IKM) yang banyak beroperasi di sepanjang koridor tersebut.

Dalam kunjungan itu, Menteri PU turut didampingi Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga, Rakhman Taufik, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, para Pejabat Administrator, Kepala Satuan Kerja (Kasatker), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Pemerintah menargetkan, Program IJD terus diperluas ke daerah-daerah prioritas lainnya agar konektivitas nasional semakin merata. Hingga 2026, program ini difokuskan pada peningkatan ruas-ruas strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, pemerataan layanan publik, serta penguatan rantai pasok antarwilayah. (by)

Spread the love