M-RADARNEWS.COM, BALI – Bupati Nyoman Giri Prasta menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua DPRD Kabupaten Badung dengan agenda Penyampaian Penjelasan DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali dan Penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap beberapa Raperda.

Raperda tersebut di antaranya Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung TA 2023 dengan KUA dan PPAS Kabupaten Badung TA 2025, Raperda tentang RPJP Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2025-2045

Rapat paripurna juga turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata beserta Anggota, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Adi Arnawa, Jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Badung, Forkopimda Badung.

Bupati Giri Prasta menjelaskan, dengan adanya Raperda tentang Tanaman Lokal Bali sebagai konsep bertalian dengan asal mula Bali yang salah satunya di Badung dengan adanya Taman Bumi Banten, dan ke depannya akan mengkualifikasikan mana yang termasuk jenis tanaman upakara dan Usada Bali.

“Kami memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Badung atas pencapaian dengan mengimplementasikan kebutuhan masyarakat dengan berbagai macam kegiatan untuk mencapai kesejahteraan rakyat,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, terkait dengan target APBD 2025, potensi di Kabupaten Badung mayoritas berada di Pajak Hotel dan Restoran karena ke depan akan bertalian penuh dengan perhitungan, serta  diharapkan tidak ada pergeseran dari wisatawan khususnya wisatawan Internasional di bali terutama di Kabupaten Badung.

“Kita berhitung di Triwulan I mencapai 1,7 juta jiwa. Bahkan kita sudah berhitung di hari libur sekolah, high season, bahkan di bulan September dan November akan dilaksanakan KTT di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Maka kami selalu optimis dengan PAD di Kabupaten Badung terutama Pajak Hotel dan Restoran,” jelas Giri Prasta.

“Di Badung ini, kita mengedepankan by the trend bukan apple to apple dengan pola dan target yang kita terapkan. Sehingga semua bekerja sama dengan baik. Tentunya semua ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menjelaskan, bahwasannya seluruh anggota sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Bupati Badung terhadap APBD 2025 dan RPJPD 2025-2045. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam hal ini mengajukan rancangannya sebesar Rp10,5 triliun, di dalam penjabarannya hampir 92 persen dari kebutuhan belanja ditutup dari PAD dan sebagian dari dana transfer pusat.

“Diakhir masa pemerintahan Bupati Badung ini sudah mengalokasikan dari masalah-masalah yang ada seperti traffic, sampah, dan layanan kesehatan. Rp1,127 triliun diarahkan untuk pembangunan jalan, untuk pembangunan kesehatan Rp425 miliar lebih, hampir 16 persen digunakan untuk kesehatan. Ini artinya keseriusan komitmen pemerintah dan kami bersama pemerintah akan mengawal betul,” pungkasnya. (rd/bdg)

Spread the love