BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Proyek Pembangunan Simpang Tugu Ngurah Rai (MYC) telah rampung akhir bulan Agustus 2018 kemarin. Proyek yang menggunakan anggaran APBN 2017/2018 (multi years) akhirnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai (MYC), Sabtu (22/9/2018).

Acara peresmian ditandai dengan penekanan tombol didampingi Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sugiyartanto, Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan sejumlah pejabat PUPR lainnya. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Menko Kemaritiman.

Dalam laporannya Ditjen Bina Marga PUPR, Sugiyartanto menyampaikan, bahwa underpass mulai hari ini siap untuk dibuka atau dioperasikan. Sebelumnya, dalam beberapa hari lalu underpass juga sudah dilakukan uji coba kelayakan. Oleh sebab itu, kami dari Kementerian PUPR menyampaikan banyak terima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh berbagai belah pihak dalam penyelesaian proyek underpass ini.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas diselenggarakannya peresmian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Bali. Ini adalah buah tangan dari Pemerintah Pusat yang diberikan kepada Pemerintah Bali, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan acara Annual Meetings IMF-World Bank yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 mendatang. Sekaligus juga untuk menjawab kebutuhan transportasi lokal Bali, dan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepariwisataan yang ada di Bali.

“Dengan Bali sebagai wilayah yang menjadi destinasi wisata dunia dan juga seringnya berbagai event-event nasional maupun internasional yang diadakan di Bali. Terus terang, masalah utama di Bali adalah infrastruktur, baik darat, laut maupun udara, khususnya darat dan udara,” ungkapnya.

Oleh karena itu ke depan, Wayan Koster dalam kepemimpinannya sebagai Gubernur lima tahun yang akan datang, kami betul-betul berharap dukungan kuat dari pemerintah pusat agar kami bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik dan infrastruktur. Sehingga bisa memiliki standar pelayanan yang memadai dari sisi infrastruktur,” ujarnya.

Disamping itu, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dengan diresmikannya underpass ini, dampaknya diharapkan akan bisa memperlancar trafic lalulintas di kawasan Bundaran Tugu Ngurah Rai. Dengan perkiraan bisa mengurai sekitar 50 persen kekroditan lalulintas.

“Kenyataannya memang Bali adalah salah satu destinasi turis. Dan mengcover sekitar 40 persen lebih turis Indonesia. Oleh karena itu pihak pemerintah (Presiden) meminta agar penataan Bali dikelola dengan baik. Pihaknya juga meminta kepada World Bank dan Universitas Udayana untuk membuat studi, karena runaway Ngurah Rai ini akan diperlebar sekitar 37 hektar. Yang nantinya akan berdampak pada jumlah penumpang yang datang ke Bali. Diprediksi akan bertambah 37,5 juta orang dalam tiga sampai empat tahun mendatang,” ungkapnya.

Hadir pula dalam peresmian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai tersebut diantaranya, Bupati Badung, Giri Prasta, Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol A.A Sudana, Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Ir. I Ketut Darmawahana, MMT., Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Denpasar, Ir. Anak Agung Gde Sanjaya, MT., beserta jajarannya. (Yd/Tim)

Facebook Comments Box