BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Kepolisian Resor Kabupaten Banyuwangi, menyita ribuan Liter bahan bakar minyak(BBM) jenis premium bersubsidi yang akan dijual eceran. Terduga pelaku tertangkap basah oleh Resmob Pidter(pidana tertentu) ketika sedang mengangkut tiga buah jirigen isi 30 Liter keluar dari SPBU Kedungringin, Kecamatan Muncar.

Dari ke-6 pelaku itu, 5 diantaranya merupakan karyawan SPBU yang beralamat di Dusun/Desa Kedungringin Kecamatan Muncar. Kelimanya adalah, En (42) warga Dusun Tratas RT.0/01 Desa Kedungringin Kecamatan Muncar, Sup (63), Niz(43) dan Tri (33) yang sama-sama asal Dusun Kedungringin RT 03 RW 11 Desa Kedungringin Kecamatan Muncar dan Ed (35) warga Dusun Sidomulyo RT.03/08 Desa Sumberberas Kecamatan Muncar Kab. Banyuwangi. Sementara 1 nama lainnya adalah orang luar bernama Sug (35) asal Dusun Kalimati RT.02/03 Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar juga. Minggu (02/12/2018) malam.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Resmob Pidter, diperoleh keterangan jerigen-jerigen tersebut berisikan BBM premium  6 jirigen dengan kapasitas 30 liter, dan masih terdapat 3 jerigen lainnya di rumah Tratas.

Menurut Keterangan Kasatreskrim AKP Panji P Wijaya kepada media ini, awalnya pada Jumat (30/11/2018) sekira 21.00 WIB Resmob Pidana Tertentu (Pidter) memergoki seorang lelaki yang diketahui bernama En sedang mengangkut 3 buah jerigen berisi 30 liter bahan bakar minyak (BBM) keluar dari SPBU Kedungringin menggunakan motor Vario.

“Karena mencurigakan, maka dilakukan surveilance hingga En berhenti di suatu tempat tepatnya di Dusun Kedungringin Desa Kedungringin menemui temannya yang bernama Is yang juga membawa 3 jerigen isi 30 literan,” tuturnya pada media ini,

“Berdasarkan keterangan dari semua pelaku, mereka mengambil BBM tersebut dengan cara pada saat jam kerja di SPBU sepi pembeli dan pada waktu malam setelah SPBU tutup. Mereka mengisi BBM jenis premium kedalam jerigen isi 20 liter/25 liter/30 liter, disembunyikan di area SPBU lalu dibawa pulang pada saat situasi sepi,” terangnya .

Dijelaskan AKP Panji, modus para pelaku ini membeli BBM premium tersebut seharga Rp 7.000/liter dan dijual kembali seharga Rp 7.800/liter atau dengan keuntungan sekitar Rp 20.000/ jerigen isi 30 liter. Jika pengambilan BBM pada pagi hari maka langsung dibayar saat itu juga dan jika pengambilannya malam hari setelah SPBU tutup, maka pembayaran pada keesokan harinya.

“Kita sita Barang Bukti berupa 3 unit motor sebagai alat angkut BBM premium, 28 jerigen isi BBM premium, 15 galon isi BBM premium. Totalnya 1.302 liter BBM jenis premium. Atas perbuatan para pelaku ini, mereka dikenakan hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda Subsider maksimal Rp 40 miliar,” pungkas Kasatreskrim AKP Panji. (Tim)

Facebook Comments Box