M-RADARNEWS.COM, JATIM – Upaya menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali diperkuat melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional yang kini sudah mulai dilaksanakan di Banyuwangi.
Pembangunan tersebut dibangun di atas lahan 7 hektare di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap prosesnya berjalan lancar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (24/01/2026).
Sekolah yang digagas Presiden Prabowo ini dirancang menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Konsep arsitekturnya mengutamakan pencahayaan yang baik, sirkulasi udara, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran inovatif. Sentuhan arsitektur khas Banyuwangi pun akan turut memperkuat karakter bangunan.
Kompleks pendidikan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, asrama putra dan putri, gedung ibadah, aula, serta beragam fasilitas olahraga. Lapangan sepak bola, lapangan basket, jalur atletik, hingga jogging track akan menjadi ruang bagi siswa mengembangkan bakat dan kesehatan fisik.
“Targetnya, Agustus tahun ini sudah selesai. Seluruh siswa yang sekarang menempati gedung sementara akan pindah ke sana. Kami ingin anak-anak merasa aman, nyaman, dan senang bersekolah,” ujar Bupati Ipuk.
Saat ini, Banyuwangi sudah memiliki dua Sekolah Rakyat yang beroperasi di bangunan sementara. Yakni, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) di Balai Diklat PNS Kecamatan Licin telah beroperasi sejak Juli 2025, dan menampung 125 siswa SD–SMA. Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 (SRT 46) di kompleks BPVP Muncar yang diresmikan September 2025 memiliki 73 siswa.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan dan Permukimam (DPUCKPP), Suyanto Waspo Tondo menambahkan, bahwa seluruh bangunan dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan akses.
“Nanti Bangunan sekolah SD, SMP, dan SMA dibuat berbeda. Asrama siswa putra dan putri, termasuk asrama untuk guru, juga disiapkan,” ujarnya.
Selain fasilitas pendidikan, kawasan sekolah ini akan diperkuat sarana olahraga lengkap untuk menunjang aktivitas siswa secara fisik maupun mental.
Dengan dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini, Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat pemerataan pendidikan di daerah. (by/*)

