BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Gubernur Bali, I Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengundang semeton moncong putih, seluruh relawan Koster-Ace, Putri Ayu KBS, Buldog, para seniman pendukung dan seluruh masyarakat Bali dalam acara Simakrama di Jayasabha, Minggu (30/9/2018).

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya kepada para relawan yang terlibat dalam tim pemenangan saat Pilkada serentak kemarin.

Dirinya mengaku telah beberapa kali diingatkan oleh istrinya, Ibu Gubernur Putri Suastini Koster agar mengadakan Simakrama dengan para relawan pasca dilantik sebagai aGubernur tanggal 5 September yang lalu.

“Kami mohon maaf baru kali ini bisa kumpul, belum lewat satu bulan sejak dilantik 5 September. Istri saya selalu wanti-wanti soal ini. Karena setelah resmi menjabat, banyak tugas yang harus saya kerjakan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster juga meminta kepada masyarakat khususnya kepada para relawan di Pilgub lalu agar tetap mengawal kepemimpinannya agar dapat mewujudkan Bali yang lebih maju sesuai dengan visi “Nangun Sad Kerthi Loka Bali.”

“Tolong kawal terus saya sama pak wakil, jangan dilepas, kawal dan beri masukan, kita sama-sama membangun Bali dengan konsep Nangun Sad Kerthi,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan oleh wakil gubernur Bali, Cok Ace. Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja para relawan yang telah memenangkan pasangan KBS-Ace pada Pilkada Bali yang lalu.

Ia mengajak untuk tetap bersama-sama mengawal pemerintahannya bersama Gubernur Koster agar kepemimpinan mereka dapat maksimal, dan sesuai dengan apa yang tertuang di dalam visi-misi.

“Tetap dukung kami, kawal kami dalam membangun Bali ini. Agar masyarakat Bali tidak salah telah memberikan kepercayaan kepada kami,” ucapnya.

Selanjutnya, ibu Putri Suastini (Koster) tampil membawakan sebuah puisi, berkolaborasi dengan gamelan Bali persembahan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Puisi yang berceritakan Kumbakarna yang berisi pesan nasionalisme. Getaran suara Putri Suastini seolah-olah mengajak undangan agar tetap semangat dalam mengawal kinerja pemerintahan dibawah pimpinan Gubernur Koster.

“Puisi ini mengambil tokoh Kumbakarna, yang sering dianggap pemalas, namun sejatinya dia punya jiwa nasionalis tinggi, ia memiliki prinsip “Salah benar pemimpin, tanah air tetap ku bela.” Itu patut ditiru,” jelasnya. (Yd/Tim)

Facebook Comments Box