JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menggerebek industri snack atau makanan ringan ilegal di Dusun Dodokan RT 21/RW 03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dari hasil pengungkapan tersebut, Polda Jatim bersama pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim serta Balai POM akan melakukan cek pasar di Jawa Timur terkait beredarnya makanan ringan (snack) berbahaya, ini bakal ditarik dari peredaran.

Makanan ringan yang diproduksi UD “Davis” menggunakan bahan berbahaya antara ain campuran tawas dan bumbu yang sudah tergolong kadaluarsa. Bumbu itu berupa sanack pilus bonsai jenis pilus mexico balado, jagung bakar, pilus kapsul rasa bawang, rasa balado, rasa rujak aceh, rasa bawang mentega, serta pilus rasa teriyaki.

Komposisi makanan ringan tersebut menggunakan bahan seperti tepung tapioca, garam, cabe, penyedap rasa, rempah rempah, minyak dan sayur. Produksi makanan ringan tersebut dilakukan sejak tiga tahun silam dan beromset Rp 300 juta per bulan atau 1 ton per hari. Keuntungan yang diraup mencapai Rp 8,2 juta per hari dengan harga jual Rp 17 ribu per kilogram. Makanan yang tergolong berbahaya itu dipasarkan di wilayah Jawa Timur.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan didampingi Kasubdit I Indagsi, AKBP Ambaryadi dan Kanit III Kompol Ernesto merilis hasil ungkap kasus itu pada media, Kamis (14/3/2019).

“Kasus ini melibatkan tersangka berinisial D, selaku pemilik Usaha Dagang (UD) Davis yang berlokasi di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo,” kata Yusep. (Tim/Jn/Kmf)

Facebook Comments Box