BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Pariwisata di Bali harus tetap terus berkembang, untuk mewujudkan itu semua harus dilakukan dengan cara bergotong royong. Dalam acara Gathering Dinner Gubernur dan Wakil Gubernur Bali bersama dengan Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) , yang diadakan di Bounty Cruise pada, Jumat, 14 Desember 2018.

Untuk menyongsong Bali yang lebih baik. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama AMPB Bali dan terdiri atas berbagai stage holder pariwisata dan komponen masyarakat Bali mendeklarasikan pariwisata budaya Bali sebagai berikut;
1. Bertekad mewujudkan pariwisata budaya Bali yang berkualitas dan berkelanjutan, dengan menjaga lingkungan dan alam budaya Bali.,
2. Bertekad mewujudkan pelayanan pariwisata budaya Bali, yang berdaya saing nasional dan internasional sehingga dapat meningkatkan perekonomian demi kesejahteraan masyarakat Bali.

Dalam acara tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pariwisata ini sudah menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Bali. Pilar utama perekonomian masyarakat Bali, hampir 70 persen PGR bruto Bali ditopang oleh sektor pariwisata dan rentetan-rentetan dengan pariwisata.

“Masyarakat di Bali, kebanyakan mencari sumber perekonomian lewat pariwisata budaya Bali. Jadi sudah menjadi tumpuan kehidupan bagi mereka,” ujar Gubernur Koster didampingi Wagub Tjok Ace, Jumat (15/12/2018).

Menurut Gubernur Koster, pariwisata memiliki posisi strategis, dan penting, sehingga menjadi peringatan bagi semua masyarakat Bali agar menjaga sektor ini. Karena jika sampai terganggu atau tidak bisa berjalan secara berkelanjutan, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat Bali.

“Jika pariwisata ini terganggu atau tidak bisa berjalan secara berkelanjutan, maka langsung akan mengganggu perekonomian Bali dan mengganggu juga juga pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena kebanyakan masyarakat Bali mengantungkan hidupnya dari sektor pariwisata,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gubernur menambahkan, Bali menjadi tujuan kunjungan wisata dunia, karena selain alam yang indah, masyarakat yang ramah, budayanya yang unik, kaya dan menjadi tata kehidupan masyarakat Bali, sehingga Bali menjadi pusat peradaban dunia.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Gusti Kade Sutawa mengatakan, bahwa ini merupakan pertemuan aliansi yang kedua, tahun lalu juga melakukan kegiatan yang sama dengan gubernur sebelumnya dan juga sama dilaksanakan di akhir tahun.

“Aliansi ini kepanjangan dari pokja pemulihan pariwisata Bali yang berdiri sejak tahun 2002, setelah bom Bali. Di mana tujuannya, ikut memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah dan stage holder lainnya untuk pariwisata Bali, agar bagaimana pariwisata Bali kita untuk bisa sama-sama memajukan pariwisata Bali kedepan,” ujarnya. (Yd/*)

Facebook Comments Box