M-RADARNEWS.COM, BALI – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Denpasar. Salah satunya memastikan ketersediaan sarana dan prasarana termasuk infrastruktur pendidikan berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan peninjauan langsung ke Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 7 Peguyangan, pada Senin (08/09/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, dalam menginventarisasi kondisi gedung-gedung sekolah. Tujuannya adalah, untuk merumuskan solusi yang tepat dan sesuai dengan skala prioritas yang ada.
“Kami datang ke sini untuk menginventarisasi masalah dan menyerap aspirasi. Dengan begitu, kita bisa menemukan solusi yang tepat untuk mewujudkan infrastruktur pendidikan yang representatif di Denpasar,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, dengan adanya inventarisasi riil tentang kondisi infrastruktur di SDN 7 Peguyangan, akan menjadi dasar untuk perencanaan renovasi atau pembangunan. Ia menekankan, bahwa perbaikan akan dilakukan secara terperinci, dengan tetap memprioritaskan kebutuhan paling mendesak.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menambahkan, bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Di tahun 2025 ini, Pemkot telah melakukan perbaikan tembok di sekitar SDN 7 Peguyangan.
“Setelah peninjauan ini, kami akan melakukan penghitungan biaya dan kebutuhan, lalu dilanjutkan dengan perencanaan dan realisasi. Harapannya, infrastruktur SD di Denpasar bisa merata dan berujung pada peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu juga, Kepala Sekolah SDN 7 Peguyangan, Kadek Paria Wati menyambut baik respons cepat Wali Kota. “Kami berterima kasih atas perhatian Bapak Wali Kota. Kami berharap solusi dari pemerintah bisa membantu proses belajar-mengajar menjadi lebih nyaman bagi siswa dan guru,” ucapnya.
Pada tahun 2025, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) akan merealisasikan pembangunan, renovasi, dan perbaikan di 24 SD Negeri dan 11 SMP Negeri. Pemetaan kondisi sekolah akan terus dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai skala prioritas. (yd/hm)
