Site icon www.m-radarnews.com

Tongkat Komando Beralih, Kombes Rofiq Ajak Warga Jaga Budaya dan Keamanan Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan. (Foto: istimewa)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Komando kepemimpinan di jajaran Polresta Banyuwangi resmi berganti. Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.

Kehadiran Kombes Pol Rofiq disambut positif oleh masyarakat Bumi Blambangan. Sosoknya dinilai tepat memimpin Banyuwangi yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Ia juga dikenal humble, dekat dengan kalangan santri, dan memiliki hubungan kuat dengan para tokoh agama. Lulusan Akpol 2001 Batalyon Sarja Arya Racana ini pun dikenal sebagai perwira intelektual di tubuh Polri.

Kombes Pol Dr. Rofiq mengatakan, Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi budaya yang sangat besar. Dari pengamatan awalnya, ia melihat masyarakat Banyuwangi memiliki etos kuat dalam menjaga nama baik daerah.

“Saya yakin potensinya luar biasa, dan karakter masyarakatnya juga sangat tinggi dalam menjaga nama baik daerah,” ujarnya, Senin (12/01/2026).

Menurutnya, kekayaan budaya Banyuwangi dapat menjadi role model bagi daerah lain di Pulau Jawa, bahkan luar Jawa.

Ia menjelaskan bahwa budaya merupakan ringkasan dari cipta, rasa, dan karsa, sehingga membentuk kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Nah, budaya baiknya ayo kita teruskan dan kita jaga kalau ada yang kurang pas, karakter itu berlawanan dengan apa yang di lakukan ayo kita ubah untuk bisa selaras dengan budaya-budaya yang lain,” katanya.

Kombes Rofiq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Banyuwangi secara kolektif. “Tidak mungkin Banyuwangi dijaga hanya oleh polisi. Saya berharap masyarakat Banyuwangi bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut sebenarnya pernah digaungkan dua dekade lalu, terutama di masa reformasi, bahwa polisi idealnya hadir dalam setiap individu masyarakat.

“Jika prinsip itu bisa diterapkan, kita dapat mengakselerasi program keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, sehingga nilai keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum yang dijamin negara dapat diwujudkan,” tutupnya. (yn)

Spread the love
Exit mobile version