JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim bongkar sindikat pemalsuan merek beras. Tak tanggung-tangung dari penggerebekan di gudang penyimpanan di Kedung Kandang Kota Malang, Jawa Timur, pihak Kepolisian berhasil menyita beras merek palsu sebanyak 13 ton siap edar.

Polisi menangkap tersangka Harianto, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang merupakan pemilik gudang beras.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Agus Santoso didampingi Kasubdit Indagsi AKBP Rama S Putra, menjelaskan modus tersangka mengemas beras kwalitas medium menjadi naik satu tingkat ke kelas premium. Tersangka memalsukan merek beras ini untuk menaikkan harga jual yang secara otomatis bisa melipat gandakan keuntungan.

“Tersangka secara sengaja memalsukan merek dagang beras yang aslinya mutu beras Premium MRT (Mentari) menjadi MRI Mentari yang berisi beras kwalitas Medium,” ujarnya, Kamis (30/08).

Kombes Agus mengatakan, secara kasat mata beras merek palsu ini sangat sulit dibedakan lantaran sama persis dengan beras kwalitas premium. Namun jika konsumen teliti paling jelas perbedaannya adalah dari merek beras yang terlihat asli namun palsu. Kemasannya pun dibuat sama persis, tetapi ada berbedaan yakni pada merek asli tercantum tulisan MRT (Mentari) dan merek palsu hanya MRI.

“Beras merek asli dan palsu hanya bisa dibedakan dengan hasil Laburatorium,” tandasnya.

“Ada dua poin yaitu pemalsuan merek dan izin dagang serta perlindungan konsumen sesuai UU pangan,” lanjutnya.

Apakah beras merek palsu milik tersangka didatangkan dari Bulog..? Kombes Agus menegaskan, bahwa beras merek palsu ini dikumpulkan dari para petani di seluruh Jawa Timur. Jadi belum ditemukan indikasi beras merek palsu milik tersangka yang diduga berasal dari Bulog.

“Kalau ada ditemukan indikasi (Beras Bulog) mohon segera laporkan,” ujar Kombes Agus Santoso. (Tim/TNPJ)

Facebook Comments Box