JATIM, (M-RADARNEWS.COM), –            Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menggelar rapat paripurna serah terima jabatan (sertijab) Walikota Surabaya dan Wakil Walikota Surabaya pada, Senin (01/03/2021). Sertijab itu dilakukan dari Pelaksana Harian (Plh) Walikota Surabaya Hendro Gunawan kepada Eri Cahyadi, Walikota Surabaya. Sertijab itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Seusai serah terima jabatan, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya, terutama dalam mengemban amanah kepemimpinan di Kota Pahlawan dan menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan Surabaya sampai dengan tahun 2024.

“Tugas yang diamanahkan ini tentunya tidak mudah, namun kami percaya dapat melaksanakan tugas tersebut melalui kolaborasi, partisipasi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Surabaya serta para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk dari para pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya yang terhormat yang merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah,” kata Walikota Eri Cahyadi

Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, bahwa untuk mendapatkan layanan kesehatan, warga Surabaya tidak perlu menunjukkan surat keterangan miskin, tetapi cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli Surabaya.

“Warga Surabaya yang sakit atau yang berurusan dengan kesehatan, tidak perlu surat keterangan miskin, asal KTP nya Surabaya, maka harus segera dilayani,” ucap Walikota Eri.

Ia mengaku, sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan BPJS Surabaya. “Mudah-mudahan Maret ini selesai. Sehingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan bisa dilayani tanpa harus menunjukkkan surat keterangan tidak mampu,” katanya.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian Eri, adalah penghasilan keluarga di Kota dimana kedepanya minimal harus standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK ) Surabaya. “Kami sedang mendata terkait penghasilan keluarga di Surabaya, minimal harus standar UMK ini penting,” tutur Eri.

Jika nantinya didapati ada keluarga yang belum memiliki pekerjaan, maka akan dibuatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Kami akan lakukan pembinaan dan pembuatan UMKM bagi keluarga yang memang belum bekerja. Ini seperti arahan Ibu Gubernur, bersinergi dengan UMKM,” tambahnya.

Sementara untuk penanganan pandemi Covid-19, Walikota mengaku akan membentuk Satgas sampai di tingkat RW. “Satgas di tingkat RW yang sudah berjalan harus dikuatkan. Yang penjaga nantinya adalah warganya sendiri dengan gotong-royong, ”pungkas Walikota Eri Cahyadi. (merah / jnr / kmf)

Facebook Comments Box