Mantu Santri di MAJT Semarang, 62 Pasangan Pengantin Dapat Paket Bulan Madu hingga Modal Usaha
M-Radar News, Semarang – Sebanyak 62 pasangan pengantin resmi menyandang status suami istri secara agama dan hukum melalui program Nikah Akbar “Mantu Santri” yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, pada Rabu (21/10/2026).
Tidak hanya memfasilitasi kelengkapan dokumen administrasi pernikahan, program kolaboratif ini juga membekali para pengantin baru dengan paket honeymoon hingga modal usaha awal untuk mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas lembaga yang memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pra-nikah hingga pasca-nikah.
“Kolaborasi ini sangat bisa kita rasakan. Mulai dari persiapan pernikahan, setelah pernikahan ada honeymoon, sampai dipikirkan juga modalnya untuk mereka setelah menikah,” ujar Taj Yasin.
Gus Yasin sapaan akrabnya menilai, program ini sebagai bentuk kepedulian nyata bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial untuk melangsungkan pernikahan. Ia berharap, skema kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafii menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Mutiara Al-Fatah, Rabitah Al-Islamiyah, Pemprov Jateng, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Romo Syafii menambahkan, program yang sebelumnya dikenal sebagai nikah massal ini memberikan kepastian hukum dan kemudahan akses dokumen kependudukan, termasuk bagi anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut.
“Setelah dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, program digelar di Jawa Tengah dan direncanakan berlanjut ke Maluku dengan target 500 pasangan,” ungkap Wamenag.
Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dengan penyediaan 62 meja akad yang dilengkapi penghulu, saksi, serta wali nikah. Suasana haru mewarnai pelaksanaannya, salah satunya dirasakan oleh Galang, peserta asal Sumenep yang menikahi warga Semarang, Aprilia.
Di meja akad nomor 004, Galang mengoperasikan ijab kabul dengan mahar emas 3 gram dan uang tunai Rp2.100.000. Momen bahagia tersebut disaksikan langsung oleh Wagub Taj Yasin yang juga berkenan memimpin doa secara khusus bagi kedua mempelai.
Rasa syukur serupa diungkapkan Dila, warga Kota Semarang yang dipersunting pria asal Kabupaten Demak. Ia mengaku bangga dapat mengikat janji suci di masjid kebanggaan warga Jawa Tengah tersebut.
“Harapannya, semoga saya dan peserta lainnya dapat menempuh hidup yang sakinah, mawaddah, warahmah sampai tua, dan tetap semangat menjalani hidup ke depannya,” ujar Dila.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















