Pimpin Upacara HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Paparkan Capaian: Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Foto: dok/istimewa.

M-Radar News, Surabaya – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memaparkan berbagai capaian pembangunan Provinsi Jatim saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-81 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (12/10/2026).

Sejumlah capaian tersebut mencakup penurunan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, hingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Baca juga:

Dalam momentum tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan, pembangunan Jatim terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas pemerataan manfaat pembangunan. Sejumlah indikator yang dipaparkan menjadi gambaran perkembangan daerah setelah satu tahun sejak peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jatim.

Di bidang kesejahteraan sosial, tingkat kemiskinan Jawa Timur per Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen, turun dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen, dengan rasio Gini sebesar 0,365.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 89.718 penerima manfaat telah tersentuh program PKH Plus, Jatim Puspa Plus, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.

Upaya tersebut juga didukung melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), jambanisasi, dan penanganan kawasan permukiman kumuh. Program-program ini diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak, sanitasi yang memadai, serta lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.

Di sektor pangan, Jawa Timur kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan nasional. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton, dengan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap kebutuhan beras nasional.

Selain komoditas padi, Jawa Timur juga mencatatkan posisi teratas secara nasional pada sejumlah komoditas, meliputi jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam mendukung ketahanan pangan.

Meski demikian, peningkatan produksi juga perlu diikuti dengan perbaikan kesejahteraan pelaku usaha di sektor tersebut. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur tercatat sebesar 113,28, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 105,32.

Untuk mendorong produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian, Pemprov Jatim mengembangkan konsep Jatim Agro-Hub. Upaya ini dilakukan melalui modernisasi irigasi, hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan generasi petani muda agar sektor pertanian semakin modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional

Kinerja perekonomian menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim. Pada Semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen pada periode yang sama.

Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,34 persen, sedangkan terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 25,40 persen. Posisi tersebut menegaskan peran strategis Jawa Timur dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp72,7 triliun. Investasi tersebut tercatat menyerap 135.651 tenaga kerja.

Penguatan industri juga dilakukan melalui pengembangan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta Kawasan Industri Halal. Pengembangan kawasan industri diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Baca juga:

Di bidang perdagangan, nilai ekspor Jatim hingga Agustus 2026 mencapai USD18,61 miliar. Selain menjadi daerah produsen, Jatim juga berperan penting sebagai pusat distribusi barang dengan memasok hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam paparan gubernur.

Dukungan terhadap jaringan perdagangan dan logistik tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pasar bagi produk pertanian, perikanan, UMKM, dan industri. Dengan konektivitas distribusi yang semakin baik, produk unggulan daerah diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Konektivitas Jadi Kunci Pemerataan Pembangunan

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jatim terus memperkuat konektivitas untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Perhatian diarahkan pada kawasan selatan Jawa Timur, Madura, wilayah pesisir, serta daerah kepulauan.

Peningkatan akses transportasi di wilayah tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan investasi, pariwisata, dan perdagangan, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah tersambungnya Jalan Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung sepanjang 51,56 kilometer. Selain itu, segmen Gending-Paiton pada Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi sepanjang sekitar 24 kilometer telah dibuka untuk uji coba.

Modernisasi fasilitas pelabuhan laut di Probolinggo, Boom, Sapeken, dan Brondong juga terus dilakukan. Pengembangan fasilitas penyeberangan Paciran dan Jangkar menjadi bagian dari upaya memperlancar pergerakan orang dan barang, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan pesisir dan kepulauan.

Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan dan distribusi logistik, tetapi juga mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Jawa Timur.

Melalui berbagai capaian tersebut, Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai Gerbang Baru Nusantara. Pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas, pembangunan infrastruktur, dan penguatan program kesejahteraan sosial.

Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim menjadi momentum untuk melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan pembangunan diharapkan tidak hanya terlihat dari peningkatan angka statistik, tetapi juga dirasakan melalui membaiknya kualitas hidup, terbukanya lapangan kerja, dan semakin meratanya kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Tahun ini, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus memastikan pembangunan berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Jatim.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup