Gandeng Forkopimda, Pemkab Buleleng Kawal Distribusi BBM dan Minta Pertamina Tambah Pasokan

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Foto: dok/hum

M-Radar News, Buleleng – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bergerak cepat untuk memastikan kejelasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi wilayah Kabupaten Buleleng. Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya informasi simpang siur serta antrean panjang warga di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

​Kepastian tersebut didesak usai Sutjidra memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Ia langsung menggelar koordinasi maraton selama lebih dari dua jam bersama Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo utama penyuplai BBM ke Buleleng.

Baca juga:

​”Kami sudah berkomunikasi lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Buleleng. Kepastian ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kejelasan,” ujar Sutjidra dikutib, Minggu (18/10/2026).

​Pasokan di Bawah 50 Persen, Buleleng Minta Prioritas

​Sutjidra menyoroti penurunan drastis kuota BBM yang diterima wilayahnya. Saat ini, pasokan dari Pertamina dicatat berada di bawah 50 persen dari total kebutuhan kondisi normal harian Buleleng.

​”Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan utama. Karena itu, kami memperjuangkan agar kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng mendapat prioritas dan dipenuhi sesuai kondisi normal,” tegasnya.

​Gandeng Forkopimda dan Bentuk Satgas BBM

​Untuk menjaga ketertiban di lapangan, Pemkab Buleleng menggandeng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan distribusi serta mengurai antrean di SPBU.

​Selain itu, Pemkab Buleleng mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM. Satgas ini bertugas memantau ketersediaan stok, mengawal jalur distribusi, hingga menelusuri penyebab pasti penurunan pasokan ke Buleleng.

​”Satgas ini yang akan memantau perkembangan pasokan dan pendistribusian secara berkelanjutan. Struktur, pembagian tugas, hingga mekanisme pelaporan Satgas diminta segera dituntaskan,” jelas Sutjidra.

Baca juga:

​Dorong Perluasan Akses via Pertashop dan BUMDes

​Tak hanya fokus pada SPBU, Pemkab Buleleng juga mendorong perluasan akses pasokan BBM hingga ke tingkat desa melalui Pertashop. Sutjidra menilai, alokasi BBM untuk gerai Pertashop saat ini masih jauh dari kata cukup.

​Ia juga meminta Pertamina mengkaji peluang pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyalur resmi di wilayah pedalaman atau pelosok yang jauh dari SPBU, dengan tetap memprioritaskan aspek regulasi dan keselamatan (safety).

​Di akhir keterangannya, Sutjidra menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat Buleleng yang tetap tertib dan kondusif meski harus rela mengantre.

​”Kami sangat memahami kondisi warga yang rela mengantre, bahkan hingga menginap di SPBU. Kami berterima kasih atas ketertiban warga dan terus berjuang agar pasokan BBM Buleleng kembali normal,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup