Rumahnnya Digeledah Agen Federal, Ilhan Omar Tuding Trump Lakukan Intimidasi Politik

Agen federal Amerika Serikat dari HSI menggeledah kediaman anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar. Foto: dok/reuters/aljzr.

M-Radar News, Internasional – Agen federal Amerika Serikat dari Homeland Security Investigations (HSI) menggeledah kediaman anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, di wilayah Washington, DC.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan kriminal yang tengah berlangsung. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Departemen Kehakiman AS.

Baca juga:

Pihak kementerian menyatakan, bahwa penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah yang telah disahkan oleh pengadilan, meski belum merinci identitas target maupun detail perkara yang sedang diselidiki.

Berdasarkan laporan Fox News mengutip sumber internal, penggeledahan ini disinyalir berkaitan dengan dugaan penipuan imigrasi terkait dokumen masa kecil yang diajukan oleh mendiang ayah Omar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada dakwaan resmi yang dijatuhkan.

Menanggapi tindakan hukum tersebut, Ilhan Omar melayangkan kritik keras melalui akun media sosialnya.

Anggota Kongres progresif mewakili distrik Minnesota tersebut menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump memanfaatkan lembaga penegak hukum federal untuk menargetkan lawan politik.

“Saya baik-baik saja. Jangan salah paham: ini adalah upaya untuk menargetkan musuh politik dan mempersenjatai penegak hukum federal,” tegas Omar dalam unggahannya, Senin (12/10/2026).

Ia menambahkan, bahwa aksi penggeledahan ini merupakan eskalasi dari kampanye intimidasi politik yang telah ia hadapi selama satu dekade terakhir.

“Selama sepuluh tahun, Trump telah menargetkan saya dengan kebohongan tanpa dasar dan kampanye fitnah. Saya tidak akan diam,” tegasnya.

Ilhan Omar, politisi Muslim kelahiran Somalia yang tiba di AS sebagai pengungsi anak dan kini telah menjadi warga negara naturalisasi, memang kerap menjadi sasaran serangan politik Donald Trump, khususnya terkait isu imigrasi.

Baca juga:

Sebelumnya pada September lalu, Kepala Keamanan Perbatasan AS, Tom Homan sempat mengungkapkan, bahwa Omar menjadi subjek investigasi kriminal, meski tanpa membeberkan detail detail kasusnya. Saat itu, Omar membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya murni bermotif politik.

Isu dugaan penipuan imigrasi ini juga pernah dilontarkan oleh Wakil Presiden, JD Vance dalam wawancara dengan podcaster konservatif Benny Johnson.

Vance bahkan mengutarakan perbincangannya dengan Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller mengenai skema penyelidikan terhadap Omar. Kantor Ilhan Omar pada Maret lalu menyikapi pernyataan Vance sebagai tuduhan yang “buatan dan fitnah”.

Aksi penggeledahan rumah anggota parlemen progresif ini berlangsung hanya tiga minggu menjelang Pemilu Paruh Waktu (Midterm Elections) pada 3 November mendatang, momen krusial bagi Partai Republik dalam mempertahankan kendali di Kongres.

Ketegangan antara Trump dan kelompok legislator progresif “The Squad” yang mencakup Omar dan Rashida Tlaib memang terus memanas.

Retorika keras Trump terhadap imigran Somalia dan politisi Muslim kerap menuai kontroversi, bahkan Omar mengaku ia dan keluarganya terus mendapat ancaman pembunuhan akibat insiden politisasi tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan publik tambahan dari pihak Ilhan Omar terkait perkembangan penggeledahan hari Senin selain pernyataan yang telah diunggah di akun media sosialnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup