M-RADARNEWS.COM, JATIM – Warga dari tiga desa di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yakni Desa Sarongan, Kandangan, dan Sumberagung, akan melakukan aksi demo tambang emas PT BSI (Bumi Suksesindo) yang rencananya digelar pada 10 November 2025.

Tiga desa ini lokasinya saling berdekatan dan berada di ring satu wilayah pertambangan mineral PT BSI yang berkantor di Gunung Tumpangpitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Salah satu warga, Puji Miswantoro (Wantoro) mengungkapan, lokasi aksi demonstrasi akan digelar di Kantor Site PT BSI di Desa Sumberagung. Urusan izin aksi telah diurus. “Agenda aksi nanti kita pusatkan disana (Site PT BSI),” katanya, dilansir dari Rubicnews.com, Kamis (06/11/2025).

Lebih lanjut, Ada dua fokus isu yang diusung warga dalam demonstrasi di PT BSI, yaitu soal eksplorasi PT Damai Suksesindo (PT DSI) dan kegiatan pertambangan PT BSI sendiri.

PT DSI sendiri merupakan anak usaha dari PT BSI yang saat ini sedang melakukan eksplorasi di kawasan Gunung Salakan dan sekitarnya. Sedangkan PT BSI di Gunung Tumpangpitu. Dua titik lokasi ini berada di Kecamatan Pesanggaran.

“Untuk PT DSI kita minta Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang akan habis pada 26 Januari 2026 mendatang tak diperpanjang lagi, atau bahkan dicabut,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, Warga Desa Kandangan dan Sarongan bahkan Desa Sumberagung tidak ingin menjadi korban Tumpangpitu jilid dua. Karena itu massa tiga desa ini bergerak menolak PT DSI.

“Tambang tidak bikin kami sejahtera, justru merusak lingkungan. Kami yang tinggal di ring satu merasakan,” tuturnya.

Pentolan warga kontra tambang ini juga menerangkan, mengapa PT BSI turut jadi sasaran aksi demonstrasi pada 10 November 2025 yang bertepatan Hari Pahlawan.

Isu utama yang dikejar adalah mengenai transparansi dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT BSI yang katanya mencapai Rp50 miliar. “Kita mendesak transparansi dana itu, karena desa di ring satu cuma dapat 500 juta rupiah per tahun,” pungkasnya.

Diketahui, Massa aksi demo PT BSI juga akan menyoal CSR bidang pendidikan plus pemberdayaan masyarakat yang dinilai kurang terbuka. (yn)

Spread the love