Kuatnya Daya Tarik DPC PKB Sidoarjo dalam Peta Politik Menuju Pemilu 2029
M-Radar News, Sidoarjo – Ada satu hal menarik dari pengukuhan pengurus baru DPC PKB Sidoarjo. Bukan hanya soal target 22 kursi DPRD. Tetapi tentang daya tawar PKB dalam peta politik Sidoarjo menuju 2029.
Dengan 15 kursi DPRD hasil Pemilu 2024, PKB menjadi kekuatan politik terbesar di DPRD Sidoarjo. Modal itu masih terlihat dalam survei ARCI Agustus 2026.
Elektabilitas PKB tercatat 22,3 persen, tertinggi dibanding partai lain. Dibawahnya ada Gerindra yang berada di 14,4 persen. Artinya, secara struktur maupun elektoral, PKB masih menjadi simpul penting dalam membaca politik Sidoarjo.
Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Nanang Haromain saat dihubungi melalui WhatsApp, pada Minggu malam (11/10/2026) mengatakan, daya tarik itu bukan hanya dirasakan di internal PKB.
Rizza Ali Faizin atau biasa disapa Kaji Reza yang kini memegang kendali DPC PKB Sidoarjo. Dan di sisi lain, Subandi mantan Ketua DPC PKB yang sempat berbeda jalan dengan partainya pada Pilkada 2024 kembali hadir di panggung PKB.
Nanang jug menambahkan, di luar PKB, nama Rizza juga mulai masuk dalam percakapan politik. Bahkan muncul spekulasi mengenai kemungkinan konfigurasi Rizza dengan Subandi maupun arah politik PKB ke depan bahkan rumor bakal digandeng Gerindra juga menyeruak ke permukaan.
“Tentu, itu masih spekulasi. Yang menarik justru melihatnya dari data ARCI. Ketika masyarakat Sidoarjo, ditanya mengenai figur yang berpotensi dalam kontestasi Pilkada jika dilakukan saat survei,” ujar Nanang.
Tiga nama yang muncul di papan atas adalah; Subandi, Mimik Idayana dan Anik Maslacha. Subandi 30,7 persen, Mimik 18,6 persen dan Anik 13,56 persen. Sementara Rizza berada di angka 3,5 persen.
“Tentu, survei hari ini bukan hasil Pilkada 2029. Masih terlalu jauh. Tetapi justru karena itu, data tersebut menarik. Sebab sekarang kita melihat beberapa jalur politik yang berbeda,” ungkap Nanang.
• Subandi datang dari posisi Bupati, sekaligus memiliki sejarah panjang dengan PKB.
• Mimik Idayana berada di posisi Wakil Bupati sekaligus Ketua DPC Gerindra Sidoarjo.
• Sedangkan Anik Maslacha adalah kader PKB dengan pengalaman legislatif dan struktur politik di tingkat Jawa Nanang
• Sementara Rizza Ali Faizin kini memegang kendali mesin PKB Sidoarjo.”ujar nanag haroman
“Di sinilah menariknya. Rizza mungkin belum berada pada angka elektoral yang sama dengan tiga nama tersebut. Tetapi sebagai Ketua DPC, ia memiliki sesuatu yang berbeda. Kendali terhadap struktur partai yang memiliki 15 kursi DPRD dan elektabilitas 22,3 persen,” tambahnya.
Itulah yang membuat posisi Rizza menarik dibaca menuju 2029. Bukan semata-mata sebagai calon.Tetapi sebagai pemegang salah satu kunci konfigurasi politik Sidoarjo. Apalagi PKB sendiri mulai membuka pembicaraan soal figur.
Lebih lanjut, Nanang Menambahkan, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar secara terbuka menyebut Anik Maslacha sebagai salah satu kader internal yang dinilai pantas mendapat amanah sebagai calon Bupati Sidoarjo.
Maka persimpangannya mulai terlihat.
Apakah Rizza akan menjadi bagian dari konfigurasi politik Subandi? Atau PKB akan berjalan dengan garis politiknya sendiri?
Dan bagaimana posisi Mba Anik dalam peta tersebut?. Belum ada yang final.
“Pilkada 2029 masih cukup jauh. Tetapi satu hal mulai terlihat, PKB Sidoarjo memiliki daya tawar yang membuat partai ini sulit diabaikan dalam percaturan menuju 2029,” tutup Nanang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















