Data Inflasi AS Memanas, Saham AI Tekan Wall Street

Data Inflasi AS Memanas, Saham AI Tekan Wall Street

M-Radar News – Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pada 14 Oktober 2026 menunjukkan kenaikan harga konsumen yang melebihi perkiraan, memicu aksi jual di bursa Wall Street. Kondisi ini menekan saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) yang dianggap rentan terhadap peningkatan biaya pinjaman akibat spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Indeks S&P 500 turun 1,11 persen ke level 7.718,94, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak akhir Juli. Sementara itu, Nasdaq merosot 1,88 persen ke posisi 26.692,87, dan Dow Jones terkoreksi tipis sebesar 0,09 persen ke level 51.621,48.

Baca juga:

Penurunan ini terutama dipicu oleh saham-saham teknologi dan AI. Saham Oracle jatuh 8,8 persen, CoreWeave turun 15 persen, serta Dell dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) masing-masing melemah 11,4 persen dan 8,2 persen usai mendapat downgrade dari Barclays. Indeks Semikonduktor Philadelphia juga melemah sebesar 4,3 persen.

Di sisi lain, saham Apple justru menguat 0,5 persen dan mencetak rekor baru dengan kapitalisasi pasar yang melampaui 5 triliun dolar AS untuk pertama kalinya. Selain itu, saham perusahaan teknologi Italia, Bending Spoons, melonjak 41 persen setelah menerima suntikan dana sebesar 330 juta dolar AS dari Berkshire Hathaway.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan bahwa kenaikan harga konsumen pada September terutama didorong oleh lonjakan harga bensin. Situasi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan ini. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober meningkat menjadi 37 persen dari sebelumnya 22 persen.

Baca juga:

Kondisi ini menunjukkan bagaimana data inflasi menjadi indikator penting bagi kebijakan moneter yang berdampak langsung pada pasar saham, terutama sektor teknologi dan AI yang sensitif terhadap perubahan biaya pinjaman. Investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan The Fed dan kondisi inflasi di AS dalam beberapa waktu mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup