Kepuasan Publik terhadap Trump Merosot ke Level Terendah Sepanjang Sejarah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: istimewa.

M-Radar News – Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengalami penurunan drastis menjadi 33 persen, angka terendah sepanjang masa jabatannya.

Survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos terhadap 1.166 responden dewasa di seluruh AS mengungkapkan bahwa 64 persen responden tidak puas dengan kinerja Trump.

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran publik atas harga bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi dan konflik militer yang berkepanjangan antara AS dan Iran.

Survei yang berlangsung selama empat hari ini mencatat tingkat persetujuan Trump turun dari 35 persen pada awal bulan Agustus 2026, menyamai rekor terendah yang pernah terjadi pada Desember 2017 saat masa jabatan pertamanya.

Pada saat Trump kembali menjabat pada Januari 2025, tingkat persetujuan sempat mencapai 47 persen, namun dalam waktu singkat angka ini menurun dan kini bertahan di bawah 50 persen.

Penurunan popularitas Trump berkaitan erat dengan keputusan militer yang diambilnya, termasuk serangan bersama dengan Israel terhadap Iran.

Konflik ini mengganggu perdagangan minyak global, mendorong harga bensin di Amerika Serikat menembus angka lebih dari 4 dolar AS per galon, yang berdampak pada biaya hidup masyarakat.

Selain itu, survei Financial Times menunjukkan bahwa 53 persen pemilih merasa kondisi ekonomi mereka memburuk selama masa kepemimpinan Trump.

Inflasi yang melampaui kenaikan upah membuat banyak warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya makanan, energi, dan layanan kesehatan.

Ketegangan yang terus berlangsung tanpa adanya kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran membuat publik semakin pesimistis. Sekitar delapan dari sepuluh responden memperkirakan keterlibatan militer AS di Iran akan berlangsung lama, termasuk mayoritas pendukung dari berbagai partai politik.

Situasi ini memberikan tekanan besar bagi Partai Republik, terutama menjelang pemilihan sela yang dijadwalkan pada November. Kandidat dari partai ini harus menghadapi ketidakpuasan publik yang meningkat akibat konflik dan kondisi ekonomi yang memburuk.

Dalam beberapa kesempatan, Trump berupaya meredakan kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan harga energi. Ia menyatakan bahwa kenaikan biaya bahan bakar adalah harga yang pantas untuk membatasi akses negara-negara yang dianggap berbahaya terhadap senjata nuklir.

Penurunan tingkat persetujuan terhadap Trump ini menandai tantangan besar dalam kepemimpinannya dan menjadi indikasi penting bagi dinamika politik dan ekonomi Amerika Serikat ke depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup