Dinilai Membahayakan, Pemkab Rembang Perbaiki Jembatan Kaliombo, Anggaran Capai Rp350 Juta

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, mulai memperbaiki Jembatan Kaliombo di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Foto: dok/kmf

M-Radar News, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, mulai memperbaiki Jembatan Kaliombo di Kecamatan Sulang, yang menjadi penghubung Desa Kaliombo bagian utara dan selatan sekaligus akses menuju Desa Sulang.

Perbaikan dilakukan setelah kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain memperbaiki bagian yang rusak, Pemkab Rembang juga meningkatkan konstruksi jembatan agar lebih kuat dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Rembang melalui Kepala Bidang Bina Marga, Nugroho Tri Hutomo mengatakan, kerusakan terjadi pada sejumlah bagian penting jembatan.

Pembangunan Jembatan Kaliombo, kata Nugroho, menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur Pemkab Rembang tahun ini dengan anggaran lebih dari Rp350 juta.

“Kalau kondisinya kemarin ketika kami cek, memang itu sudah cukup membahayakan. Jadi abutment (kepala jembatan) dan pilar betonnya sudah mengalami kerusakan. Kemudian ini kami bongkar dan kami lakukan penggantian,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Menurut Nugroho, pekerjaan tidak hanya difokuskan pada bagian jembatan yang mengalami kerusakan. Pemkab Rembang juga melakukan peningkatan konstruksi dengan menambah panjang dan lebar jembatan.

Selain itu, material konstruksi jembatan juga diubah. Jembatan lama yang menggunakan baja komposit dan telah berusia cukup lama akan diganti menggunakan konstruksi beton bertulang.

“Bentangnya bertambah panjang dan lebarnya juga bertambah. Karena kalau konstruksi lama itu kan menggunakan baja komposit, sudah cukup lama. Ini kami ganti dengan beton bertulang,” jelas Nugroho.

Perbaikan Jembatan Kaliombo mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Dinda, mengatakan kondisi jembatan sebelumnya semakin rusak setelah diterjang banjir.

Menurutnya, selain mengalami kerusakan, ukuran jembatan lama juga relatif sempit sehingga kurang nyaman ketika dilalui kendaraan. Padahal, jembatan tersebut berada di jalan utama desa dan menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat.

“Dulu sudah rusak, kemudian ada banjir malah tambah rusak. Kalau dulu sempit banget, ini senang sekali diperbaiki, apalagi ini kan jalan utama desa,” ungkap Dinda.

Dengan adanya pembangunan tersebut, masyarakat berharap Jembatan Kaliombo dapat kembali menjadi akses yang aman dan nyaman. Perbaikan juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga Desa Kaliombo menuju Desa Sulang maupun wilayah di sekitarnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup