M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Prabowo RI Subianto menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai ketidakpastian serta berbagai tantangan yang berpotensi mengancam perdamaian global. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Istana Negara, Selasa (10/03/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan, bahwa kondisi dunia saat ini diwarnai dinamika geopolitik yang bergerak cepat dan kompleks. Menurutnya, situasi tersebut menghadirkan tantangan serius bagi upaya menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

“Dunia sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian dan bahaya. Banyak pemimpin dunia yang memiliki kekuatan besar belum sepenuhnya mampu menjaga perdamaian yang sangat dibutuhkan umat manusia,” ujar Presiden.

Dalam menghadapi realitas itu, Presiden menekankan bahwa bangsa Indonesia harus terus memperkuat persatuan, kerukunan, dan rasa kebangsaan. Hal tersebut dinilainya menjadi fondasi penting bagi ketahanan nasional.

“Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak-banyak bangsa lain, kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini,” kata Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden mendorong masyarakat untuk tetap optimistis dan percaya bahwa nilai kebenaran pada akhirnya akan membawa bangsa menuju cita-cita bersama. Ia menyampaikan keyakinannya, bahwa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan melalui komitmen kolektif dan tekad yang kuat.

“Kita harus yakin, bahwa pada ujungnya yang benar yang akan menang. Bahwa kita akan mencapai apa yang kita cita-citakan dengan tekad dan komitmen yang sangat jelas dan teguh, insyaallah apa yang kita cita-citakan akan kita capai bersama,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan kembali tentang tanggung jawab konstitusional yang ia emban untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, serta menjaga keutuhan negara.

“Saya selalu mengingat tugas yang dibebankan kepada saya, yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa serta ajaran universal berbagai agama yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan harmoni.

 

 

 


Editor: Rachmad QHJ
Spread the love