M-RADARNEWS.COM, JATIM – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali melalui PPK 4.3 Provinsi Jawa Timur mulai melakukan penggantian Jembatan Manyar Lama akibat penurunan kondisi struktur yang dinilai sudah mengkhawatirkan. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memastikan keselamatan para pengguna jalan.
Per 1 April hingga 31 Agustus 2026, Jembatan Manyar Lama resmi ditutup total untuk mendukung proses pembongkaran dan penggantian rangka baja. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Manyar Baru yang kini diberlakukan dua arah.
Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jatim, Ida Bagus Made Artamana, S.T., M.T., menjelaskan, bahwa jembatan Manyar nomor 10B tersebut telah mengalami kerusakan berat pada rangka maupun lantai jembatan.
“Jembatan Manyar No. 10B sudah mengalami kerusakan cukup parah pada struktur rangka dan lantainya. Kerusakannya sudah masuk level 4. Jika tidak segera diganti, dapat berpotensi mengalami keruntuhan,” tegas IB Artamana, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, pada Kamis (02/04/2026).
Ia menambahkan, proses penggantian jembatan membutuhkan perubahan pola lalu lintas. Jika sebelumnya masing-masing jembatan dibuka satu arah, kini seluruh kendaraan diarahkan melewati Jembatan Manyar Baru dua arah selama masa pekerjaan berlangsung.
Kasatker PJN IV Jatim juga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan. “Harap berhati-hati, turunkan kecepatan, serta patuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
BBPJN Jatim-Bali berharap dukungan seluruh pengguna jalan agar proses penggantian jembatan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu demi meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi di wilayah tersebut. (by)
