M-RADARNEWS.COM, JATENG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti meresmikan Program Revitalisasi pada sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Klaten. Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 6 Klaten, pada Rabu (11/02/2026), ini dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Forkopimda, dan jajaran Pemkab Klaten.
Program revitalisasi ini merupakan kebijakan strategis Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan fisik sekolah, pembangunan sarana prasarana, dan penguatan fasilitas berbasis digital. Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Dengan fasilitas yang memadai, sekolah ini diharapkan mampu menjadi ruang yang tidak hanya menampung proses pendidikan, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi siswa di era digital.
Kabupaten Klaten, menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi revitalisasi cukup besar. Sebanyak 92 satuan pendidikan menerima bantuan, meliputi; 7 PAUD/PNF, 50 SD, 21 SMP, 6 SMA, dan 8 SMK.
SMP Negeri 6 Klaten sebagai lokasi peresmian turut merasakan manfaat signifikan dari program ini. Kepala sekolah, Yustina Nevi Kusharini mengatakan, revitalisasi di sekolahnya mencakup rehabilitasi dua ruang kelas, dua toilet, dan satu rumah dinas guru.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Fasilitas yang kini lebih layak tentu memberi kenyamanan bagi siswa maupun guru, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Klaten. Ia menyebut, pada tahun 2025 Klaten memperoleh bantuan revitalisasi untuk 92 satuan pendidikan.
“Terima kasih atas komitmen untuk hadir dan memberikan bantuan di Kabupaten Klaten. Alhamdulillah, di tahun 2025, Klaten mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah sebanyak 92,” tutur Hamenang.
“Ini menjadi dukungan besar bagi kami dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Kita perlu melakukan transformasi pendidikan agar tidak tertinggal,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti dalam sambutannya menegaskan, bahwa program revitalisasi merupakan komitmen Presiden RI untuk memastikan seluruh sekolah memiliki kondisi fisik yang layak.
“Revitalisasi ini adalah bagian dari kebijakan Presiden agar setiap sekolah di Indonesia dapat menjalankan kegiatan belajar dengan aman dan nyaman. Insya Allah, pada tahun 2026 alokasinya akan ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Ia berharap, pemerintah daerah terus mendukung langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan, terutama dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun. (dn/**)
