M-RADARNEWS.COM, JATIM – Suasana Aula Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, dipenuhi semangat puluhan ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan pengentasan kemiskinan yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (03/06/2026).
Program tersebut dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan usaha kreatif, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri agar mampu memasarkan produk secara mandiri melalui platform digital.
Sebanyak 37 ibu rumah tangga dari berbagai desa di Kecamatan Waru mengikuti pelatihan yang berfokus pada pembuatan produk hantaran dan dekorasi pernikahan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan bucket bunga, dekorasi kue, hingga kreasi kain untuk seserahan, mulai dari tahap desain hingga proses finishing.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Wildan mengatakan, produk-produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
“Nilai ekonominya tinggi, apalagi saat ini wedding organizer banyak membutuhkan supplier lokal. Dalam pelatihan ini ibu-ibu langsung praktik membuat berbagai kreasi, seperti bucket bunga mawar dan dekorasi kue mini. Hasilnya cukup rapi dan sudah layak dipasarkan,” ujar Wildan.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi para ibu rumah tangga bukan terletak pada kemampuan membuat produk, melainkan keberanian untuk memasarkan hasil karya mereka.
“Banyak yang sebenarnya sudah kreatif dan memiliki keterampilan. Namun mereka masih kurang percaya diri untuk mulai berjualan. Padahal membuka toko di marketplace saat ini sangat mudah,” katanya.
Karena itu, selain pelatihan keterampilan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pola pikir kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dari rumah.
Wildan menjelaskan, perkembangan platform digital dan marketplace membuka peluang besar bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus keluarga.
“Sekarang peluang usaha melalui marketplace sangat terbuka. Ibu-ibu bisa menjalankan usaha dari rumah dengan waktu yang fleksibel sehingga tetap dapat mengurus rumah tangga,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, para peserta juga mendapatkan paket perlengkapan yang berisi bahan baku, peralatan dasar, serta contoh kemasan produk. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat langsung memulai usaha setelah pelatihan selesai.
Program ini mengusung konsep pemberdayaan berkelanjutan, di mana para peserta diharapkan dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada ibu-ibu lainnya di lingkungan masing-masing.
“Harapannya ilmu yang didapat tidak berhenti di sini. Peserta dapat berbagi pengetahuan dengan warga lainnya sehingga muncul kelompok-kelompok usaha kreatif baru di setiap desa,” ungkapnya.
Selain pelatihan keterampilan, dukungan akses permodalan juga dinilai penting untuk membantu usaha para peserta berkembang. Dinsos berharap program pemberdayaan ini dapat bersinergi dengan program UMKM maupun lembaga pembiayaan yang ada.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berharap dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga sekaligus membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
“Kreativitas menjadi salah satu kunci. Jika ibu-ibu memiliki keterampilan dan keberanian untuk berusaha, maka peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga akan semakin besar. Pengentasan kemiskinan harus dilakukan bersama-sama, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing,” pungkas Wildan. (znr)
