M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, memulai penataan kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer dengan membongkar tiang-tiang monorel yang telah mangkrak selama puluhan tahun. Pembongkaran berlangsung di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/01/2026), dan disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Turut hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Gubernur ke-12 DKI Jakarta Sutiyoso, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Patris Yusrian Jaya, serta Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol. Bachtiar Ujang Purnama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, bahwa pembongkaran tiang monorel menjadi penanda dimulainya penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said.

“Baru saja kita melakukan groundbreaking penataan Jalan HR Rasuna Said yang ditandai dengan pemotongan tiang monorel. Penataan ini kami mulai dengan memastikan seluruh proses berjalan tertib, taat hukum, dan transparan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penataan telah melalui pembahasan panjang dengan pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dukungan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk memastikan tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari.

Terkait status aset, kata Gubernur Pramono, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan PT Adhi Karya. Besi hasil bongkaran akan diserahkan kepada pihak terkait sesuai aturan yang berlaku.

Ia menuturkan, biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp254 juta merupakan bagian kecil dari total anggaran Rp102 miliar yang dialokasikan untuk penataan kawasan. Ruang lingkup penataan meliputi perbaikan badan jalan dan saluran air, pelebaran trotoar ramah pejalan kaki dan disabilitas, penambahan taman, penerangan jalan umum, serta perlengkapan jalan lain.

Diungkapkan, penataan juga mencakup penyesuaian geometrik jalan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang PJU dengan konsep modern.

“Penataan ini bukan hanya soal membongkar, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang jalan agar lebih nyaman, aman, dan estetis bagi semua pengguna,” ucap Pramono.

Sebanyak 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Hotel Grand Melia akan dibongkar secara bertahap. Penataan kawasan Kuningan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan jalan sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta, yang menjadi pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi, termasuk keberadaan 11 kantor kedutaan besar.

“Melalui penataan ini, kami ingin mengembalikan fungsi strategis Kuningan sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi, sekaligus menjadikannya etalase Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur ke-12 DKI Jakarta, Sutiyoso memberikan apresiasi atas langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan tiang monorel yang telah lama terbengkalai.

“Selama puluhan tahun, tiang monorel ini terbengkalai dan merusak estetika kota. Hanya ada dua pilihan: dilanjutkan atau dibongkar. Hari ini diputuskan untuk dibongkar, dan itu keputusan yang tepat karena memberi kepastian bagi Jakarta,” tuturnya.

Sutiyoso menjelaskan, proyek monorel awalnya dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi makro Jakarta yang terintegrasi dengan MRT, busway, dan moda transportasi lain. Namun dinamika kebijakan membuat pembangunan terhenti dan tidak pernah dilanjutkan.

Ia juga mengapresiasi pendampingan aparat penegak hukum dalam proses penataan, serta mengajak masyarakat dan media mendukung kelancaran pengerjaan.

Pekerjaan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta secara bertahap pada malam hari tanpa penutupan jalan. Pelaksanaan dilakukan dengan koordinasi Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Penataan ditargetkan rampung pada September 2026.

 

 

 


Editor: Rachmat QHJ
Spread the love