M-RADARNEWS.COM, JATIM – Terkait rencana PT.Bumi Suksesindo (PT BSI) dan Pemkab Banyuwangi yang akan membangun rumah sakit di wilayah Banyuwangi Selatan, Ketua Fraksi Partai Gerindra, Suwito pertanyakan tindak lanjutnya.

Fasilitas kesehatan (faskes) berupa rumah sakit dengan standar bagus dan lengkap ini diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan, khususnya di Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo, Purwoharjo.

“Ini sudah setahun sejak penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Banyuwangi dengan PT Bumi Suksesindo. Sekarang bagaimana,” tanya Suwito kepada perwakilan PT Bumi Suksesindo saat rapat dengar pendapat, Rabu (12/11/2025).

Sebagai wakil rakyat, Suwito beberapa kali mengingatkan perwakilan PT Bumi Suksesindo yang hadir dalam rapat dengar pendapat agar menyampaikan kepada pimpinannya.

“Saya orang Banyuwangi, sampean juga orang Banyuwangi. Apa yang akan anda berikan untuk anak cucu nanti, ayolah sama-sama berkontribusi membangun Banyuwangi,” tegasnya.

Ditanya soal tindak lanjut penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Banyuwangi dengan PT Bumi Suksesindo untuk pembangunan rumah sakit, Darmawan perwakilan PT Bumi Suksesindo hanya bisa terdiam dan tidak memberikan jawaban apapun karena bukan kewenangannya.

Sekedar informasi, pada Rabu 18 September 2024 lalu, Pemkab Banyuwangi dengan PT Bumi Suksesindo telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Pesanggaran.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dengan Direktur PT Bumi Suksesindo, Cahyono Seto di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Pembangunan rumah sakit tersebut, dalam rangka meningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan. Mengingat secara geografis Banyuwangi adalah satu daerah terluas di Jawa, dan banyak penduduknya yang juga tinggal di wilayah perkebunan.

Direncanakan, rumah sakit yang akan dibangun tersebut akan mematuhi standar nasional. Fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada tidak hanya akan menyediakan layanan medis berkualitas tinggi tetapi juga mendorong lingkungan belajar dan inovasi.

Rumah sakit tersebut, juga akan fokus pada pelayanan kesehatan warga kurang mampu berbasis pada BPJS Kesehatan, dengan pelayanan terbaik dan fasilitas lengkap.

Tapi sayang, setelah setahun berlalu pasca penandatanganan MoU tersebut, hingga berita ini ditulis masih belum ada progress dan tindak lanjut untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit berstandar nasional tersebut. (yn/***)

Spread the love