Antisipasi Lonjakan Kasus Jelang NATARU, Pemkab Klaten Lakukan Vaksinasi Door To Door bagi Lansia
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Gubernur Jawa Tengah meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan percepatan vaksinasi, masyarakat diharap tidak euforia, Senin (11/10/2021).
Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, percepatan vaksinasi perlu dilakukan segera agar herd imunity di masyarakat dapat terbentuk dengan tetap memprioritaskan lansia dan kelompok rentan.
Selanjutnya guna mengantisipasi Natal 2021 dan Tahun baru 2022, Ganjar menjelaskan beberapa skenario yang perlu dilakukan yaitu mendukung, melaksanakan dan mensukseskan kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan angkutan Nataru 2021-2022; mempersiapkan sarana dan prasarana angkutan dengan penerapan prokes ketat, memastikan semua yang beraktifitas di terminal dan kendaraan umum telah divaksinasi, serta pelaksanaan pos pengamanan bersama dengan pos kesehatan pada titik strategis.
Selain itu, Ganjar menambahkan, pemerintah kabupaten/ kota harus tetap menjaga prokes dan jangan lengah. Siapkan semua adaptasi kebiasaan baru di segala lini dengan tetap melakukan monitoring.
Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa cakupan vaksinasi di Kabupaten Klaten pada dosis 1 mencapai 75,02 persen dan dosis 2 23,6 persen. Dengan capaian vaksinasi cukup bagus tersebut, ia menyampaikan apresiasinya kepada jajaran nakes dan seluruh pihak terkait yang telah membantu mensukseskan vaksinasi.
Sri Mulyani menambahkan, saat ini kendala vaksinasi adalah sasaran vaksinasinya, namun kendala tersebut dapat teratasi dengan adanya beberapa inovasi yang dilakukan oleh tim gabungan. Selain itu, pasien terkonfirmasi Covid-19 diharapkan mau untuk menempati isolasi terpusat agar meminimalisir kontak dengan orang terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo juga menyampaikan, bahwa saat ini Kabupaten Klaten masih melakukan percepatan vaksinasi namun memang belum bisa 100 persen karena adanya lansia, komorbid, penyintas covid-19 dan warga yang menolak.
dr. Cahyono menambahkan, bahwa akan ada inovasi yang dilakukan pada tingkat wilayah seperti melakukan vaksinasi door to door bagi lansia. Sedangkan bagi yang memiliki komorbid dapat melakukan vaksinasi di puskesmas, jika kondisinya belum baik, puskesmas akan memberikan obat. Lalu pada Rumah Sakit, akan dilakukan vaksinasi bagi pengunjung, pengantar maupun pasien dengan kondisi yang stabil. (red/hm)







