Seorang Mahasiswi Alami Pelecehan Seksual dari Oknum Dosen Perguruan Tinggi di Buleleng
BALI, (M-RADARNEWS),- Polres Buleleng menggelar konferensi pers dugaan kasus pelecehan seksual secara fisik yang terjadi terhadap korban salah satu oknum mahasiswi dan diduga dilakukan oknum dosen pembimbingnya, Selasa (09/05/2023), pukul 10.00 WITA.
Kronologi
Awalnya korban yang berinisial Ida RD (22) seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Buleleng membuat status di WhatsApp pada Kamis (04/05/2023), pukul 22.42 WITA, tentang permasalahan keluarga dan dikampus berkaitan dengan pembuatan skripsi, mendapatkan respon dan tanggapan dari dosen pembimbingnya yang berinisial Putu AA (33) meminta kepada korban untuk boleh menemuinya di kost, dan korban pun menjawab dengan “Iya”.
Setelah pelaku sampai dihalaman parkir kost korban yang ada di Jalan Komodo Singaraja, di Lingkungan Banyuning, dijemput oleh korban untuk diajak naik ke lantai dua ditempat kamar kost korban. Di kamar kost korban, pintu kamar tidak ditutup dan dalam keadaan terbuka. Kemudian korban memberikan snack dan biscuit kepada terduga pelaku sambil korban bercerita tentang keluarga dan proses pembuatan skripsinya kepada terduga pelaku yang merupakan dosen pembimbingnya, saat itu antara korban dan pelaku duduk berdampingan.
Saat duduk berdampingan di atas tempat tidur kost korban, pelaku saat itu sempat memeluk korban dari belakang menggunakan tangan kiri mengenai payudara kanan korban. Kemudian pelaku memeluk korban dari samping menggunakan tangan kanan serta mencium pipi korban, karena korban merasa tidak nyaman kemudian merubah posisi duduknya.
Pelaku kemudian menuju pintu kamar kost korban dan membuka pintu kamar. Selanjutnya terduga pelaku kembali mendekati korban, namun saat itu korban berdiri membuka kembali pintu kamar kost dengan alasan kamat kost dalam keadaan panas.
Saat korban di depan pintu, kemudian pelaku menarik tangan korban dengan paksa serta menarik pinggang korban dengan kedua tangan pelaku dengan maksud korban kembali masuk kekamar kost dan niat pelaku saat itu ingin melakukan hubungan badan. Namun korban menolak dengan cara berontak, akhirnya pelaku meninggalkan korban sekitar pukul 02.00 WITA hari Jumat (05/05/2023).
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan pihak korban ke PPA Sat Reskrim Polres Buleleng pada 5 Mei 2023. Kemudian Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Picha Armedi langsung merespon dengan cepat melakukan permintaan keterangan terhadap korban dan juga mengamankan terduga pelaku dirumahnya yang ada di Jalan Pulau Komodo Singaraja.
Berdasarkan hasil pemeriksaan korban dan saksi fakta lainnya serta didukung dengan bukti pendukung lainnya, kemudian terhadap terduga pelaku Putu AA sejak 6 Mei 2023 telah diamankan untuk 20 hari kedepan dan disangka telah melakukan tindak pidana pelecehan seksual secara fisik sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 6 huruf a dan b UU RI Nomor 12 Tahun 2022 dengan ancaman hukuman penjara 12 Tahun.
Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk bijak dalam bermedia social, bila menyampaikan keluhan terhadap masalah yang dialami bagi para pelajar, mahasiswi lebih baik sampaikan kepada orang tua secara langsung, karena bila disampaikan di medsos maka akan mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda dari yang membaca dan melihat.
Disisi lain, terduga pelaku Putu AA juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta siap untuk mempertanggungjawabkan secara hukum atas perbuatan yang dilakukannya. (rd/hm)








