SMP Sapta Andika Denpasar Kembali Raih Juara 2 KIPRAH 2024 Kategori Inovasi Tenaga Pendidik Melalui Aplikasi “MANCA”

Sesi foto bersama Kepala sekolah dan para guru usai menerima tropi dan piagam penghargaan juara 2 KIPRAH 2024 kategori Inovasi Tenaga Pendidik. (Foto: istimewa)

M-RADARNEWS.COM, BALI – SMP Sapta Andika Denpasar kembali menoreh prestasi gemilang dalam ajang Penghargaan Kompetisi Inovasi Perangkat Daerah (KIPRAH) Tingkat Kota Denpasar Tahun 2024, dengan meraih Juara 2 dalam Kategori Inovasi Tenaga Pendidik melalui inovasi Aplikasi “MANCA” (Teman Carite).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Denpasar. Tropi dan piagam penghargaan diserahkan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang diterima langsung Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, ST. M.Pd., di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Rabu (11/12/2024).

Diketahui, aplikasi “MANCA” dirancang sebagai solusi efektif untuk menanggulangi perundungan dan kekerasan di kalangan siswa. Aplikasi ini juga mendeteksi dini untuk pelaporan kasus perundungan secara efisien, yang membantu pihak sekolah dalam menanggulangi masalah tersebut dengan cepat dan tepat.

Kepala Sekolah Gede Eka Nuryada mengatakan, inovasi MANCA sebagai wadah atau tempat untuk menampung berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh para siswa. Seperti terkait dengan toleransi, susahnya menangkap pelajaran, kenakalan remaja, dan kekerasan seksual serta lain sebagainya.

“Mengapa kita buat aplikasi MANCA, karena selama ini kan siswa tidak mau bertemu atau masuk ke ruang BK terkait dengan masalah apa yang dihadapi anaknya selama di sekolah,” ujar Gede Eka Nuryada saat ditemui di ruang kerjanya, pada Jumat (13/12/2024).

Kepala Sekolah SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, ST. M.Pd., saat memegang tropi dan piagam penghargaan.

Dilanjutkan, melalui inovasi MANCA inilah hanya dengan scan barcode akan diarahkan untuk mengisi nama identitas. Kemudian mengisi apa permasalahannya, selanjutnya langsung mengarah kepada konselornya. “Jadi, apapun permasalahnnya yang dihadapi para siswa, langsung ditangani oleh guru sesuai pokok permasalahan,” tambahnya.

Selain para guru, Gede Nuryada menyebut, pihak sekolah juga melakukan kerja sama dengan pihak ketiga seperti KPAI, Kepolisian, dan Spikologi serta Sekolah Ramah Anak. “Kita telah bekerja sama dengan KPAI, Kepolisian, Spikologi, dan Sekolah Ramah Anak. Jadi pihak ketiga itulah yang nanti lebih menekankan, mengulas, mengupas lebih tuntas,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Gede Nuryada menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kami sangat berterima kasih kepada BRIDA Kota Denpasar atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta kepada seluruh tim inovasi SMP Sapta Andika yang telah bekerja keras,” ujarnya.

Lebih lanjut Gede Nuryada mengatakan, setiap inovasi yang dilombakan di BRIDA adalah program inovasi baru. Tahun lalu, SMP Sapta Andika juga meraih juara 2 yakni inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android (Melanoid). “Tahun lalu (2023) kita juga menang di BRIDA, namanya inovasi Media Pembelajaran Berbasis Android (Melanoid) dengan meraih juara 2,” tuturnya.

Ditambahkan, bahwa SMP Sapta Andika tahun ini juga telah resmi selaku pemegang hak cipta dua yaitu program komputernya dengan ciptaan Melanoid. “Jadi ada dua hak cipta yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, itu berlaku 50 tahun sejak dikeluarkan tentang Hak Cipta,” ungkap Gede Nuryada.

Ke depan, Kasek Gede Nuryada berharap semoga SMP Sapta Andika tetap bisa mengembangkan inovasi-inovasi dan bagaimana sistem pembelajaran sekolah juga sudah berbasis digital. “Dimana dengan berbasis digital ini bisa mengembangkan daya minat siswa. Jadi bagaimana siswa itu bisa lebih berpikir kritis,” tutupnya. (yd)

Tutup