Adanya Isu Teror di AMP, Kapolda Jatim Telusuri Kebenaran Adanya Dugaan Pelemparan Ular

JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, menyatakan pihaknya kini tengah menelusuri kebenaran adanya dugaan teror berupa pelemparan ular ke Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya, Senin dini hari. Ia mengatakan setelah mendengar adanya isu teror di AMP, dirinya telah memerintahkan anggota untuk menelusuri kebenarannya.

“Kami berusaha untuk mengonfirmasi (kejadian itu) dengan berusaha berkomunikasi dengan pihak asrama. Namun anggota tidak diperkenankan masuk untuk mengambil barang bukti dan memeriksa saksi,” kata Luki, Selasa (10/9/2019).

Polisi berupaya memeriksa CCTV untuk memastikan kebenaran dugaan teror tersebut. Pihaknya juga memeriksa warga setempat untuk mendapatkan keterangan dan bukti adanya dugaan teror.

“Kami melihat mereka juga mempunyai informasi-informasi, video, yang sangat cepat sekali terkait dengan pemberitaan yang ada. Kami berharap dengan aparat ada komunikasi tukar-menukar sehingga kami bisa proses secara prosedur. Jadi bukan hanya pemberitaan-pemberitaan tidak jelas. Sehingga beritanya tidak jelas dan membuat Jatim tidak aman,” ungkapnya.

Namun Kapolda menjelaskan kesulitan mengungkap adanya teror itu. Pasalnya, para mahasiswa penghuni asrama belum juga membuat laporan ke polisi terkait adanya dugaan teror berupa pelemparan ular tersebut.

Selain itu pihaknya juga belum dapat berkomunikasi dengan penghuni di Asrama Mahasiswa Papua karena tidak diperkenankannya polisi masuk di asrama yang terletak di Jalan Kalasan itu. Meski begitu pihaknya akan menggunakan perantara-perantara seperti tokoh-tokoh Papia, pendeta, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk berkomunikasi dengan mahasiswa Papua.

“Kami sampai saat ini menyatakan bahwa itu hoaks karena belum bisa mengkonfirmasi, belum bisa mengetahui dan kami meminta kalau itu memang ada laporan. Kami akan proses. Seperti kasus kemarin yang tadinya provokasi, kita bisa ungkap semuanya dengan bukti-bukti yang kami dapat,” ujarnya.

Sampai saat ini anggota kepolisian masih berjaga 24 jam untuk menjamin keselamatan dari penghuni Asrama Mahasiswa Papua. “Anggota di sana menjaga keamanan dari pada warga sekitar. Termasuk yang ada di asrama Kalasan. Jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini. Sehingga situasi semakin tidak kondusif,” pungkasnya. (Tim/Jnr/Kmf)

Tutup