Bappeda Klaten Wakili Jateng dalam Pembahasan Keberlanjutan Program Pamsimas III
JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM), – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam pembahasan konsep program penyediaan air minum dan sanitasi perdesaan pasca program Pamsimas III di Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta, Minggu (13/12/2020).
Kepala BAPPEDA Klaten, Sunarna, SH., Menyampaikan kegiatan konsep pasca program Pamsimas III ini yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2020 ini untuk menghimpun pendapat, saran dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait.
“Pendapat stakeholder ini sebagai bahan rekomendasi dan pengambilan keputusan lebih lanjut yang terkait dengan keberlanjutan program pelatihan,” tambah Kasubid Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Pengembangan Wilayah Sutrisno, ST. M.Si.
Pamsimas adalah program kolaboratif pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, khususnya di perdesaan, dimulai dari tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2021 mendatang tuturnya.
“Dalam rangka kerangka target nasional bidang air minum dan sanitasi sesuai RPJMN 2020-2024, yang dilakukan diskusi dan evaluasi secara menyeluruh aspek-aspek manajerial dan teknis dalam pengelolaan pamsimas di daerah, mulai tahap persiapan / perencanaan, pelaksanaan dan pasca konstruksinya dengan pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur terbangun, “katanya.
Lebih lanjut disampaikannya, dari hasil diskusi yang dilakukan ada dua prinsip yang akan terus dikedepankan dalam menjaga konsep keberlanjutan program penyediaan air minum dan sanitasi perdesaan pasca program ini, yaitu kolaborasi dan desentralisasi.
Kolaborasi dalam hal kerjasama lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam peraturan payung yang tegas dan proporsional; serta desentralisasi dalam arti pemerintah daerah yang diberikan peran lebih luas di dalam program ini ke depan, pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur yang telah dibangun dengan pemerintahan desa lembaga di tingkat desa sehingga aspek keberlanjutan program ini dapat terus terjaga, “pungkasnya.
Kabupaten Klaten bersama Kabupaten Tabanan, Bali menjadi perwakilan dari Regional Jawa-Bali dalam kegiatan ini. Selain perwakilan regional Jawa-Bali, rapat juga diikuti perwakilan dari regional Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Narasumber kegiatan berasal dari unsur kementerian PUPR, Bappenas, Kemendagri, Kemendes PDT, Kemenkes, Kemenkeu serta pihak konsultan pendamping. (rls/dan)






