Permudah Akses Jalan, Pavingisasi Dusun Bangeran Tengah Mulai Digarap
JATIM, (M-RADARNEWS.COM), – Dusun Bangeran yang berada di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi adalah salah satu dusun yang kesannya hilang serta terisolir, akibat dari minimnya akses jalan menuju dusun tersebut, sehingga kondisi yang kini menjadi prioritas program kegiatan Desa Macan Putih pada 2021 ini, salah satu kegiatannya adalah memperlancar akses jalan menuju Dusun tersebut.
“Alhamdulillah pada, Rabu, 17 Maret 2021, akses jalan menuju Dusun Bangeran tengah kami garap dengan kegiatan pembuatan akses jalan pavingisasi di Dsn Bangeran,” ungkap Kades Macan Putih, Farid kepada m-radarnews.com, Rabu siang (17/03/2021 ) di ruang kerjanya.
Lanjutnya mengatakan, hanya saja, dana pavingisasi yang di gelontorkan saat ini cuma bisa menggarap 70 persen, sedangkan untuk yang 30 persennya masih berharap bantuan dari Pemerintah baik dari Pemda, Pemprop Jatim hingga pusat. Alihnya sebut Farid, anggaran Desa Macan Putih yang sangat terbatas.
“Kami tetap berharap adanya bantuan Pemerintah untuk menuntaskan infrastruktur di desa kami,” imbuh Farid. Itu pun kegiatan pavingisasi yang kini tengah di garap itu diambilkan dari dana Silpa yang besarannya mencapai Rp47.028.600. Dana itu hanya cukup untuk memperlebar jalan 3 meter dan panjang 90 meter.
Berdasarkan penelusuran m-radarnews.com, bahwa anggaran minimnya Desa menjadi keamanan bagi Desa di mana pun, terlebih dahulu dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, dan untuk memajukan infrastruktur terancam tersendat. Seperti halnya Desa Macan Putih, saat ini tengah membenahi desa mengacu pada informasi infrastruktur yang memadai serta menggeliatkan sektor UMKM.
Kedua program inilah menurut Kades Macan Putih, Farid menjadi sasaran Desa Macan Putih di tengah pandemi. “Target kami, dominasi kegiatan Desa Macan Putih adalah kegiatan infrastruktur layak dan geliat UMKM,” jelas Kades Farid, khusus program UMKM kata dia, tak lain untuk mendorong sirkulasi ekonomi di desanya. Sehingga saat pandemi berakhir, warganya sudah terbiasa dengan usahanya melalui usaha mikro. (Anw)








