Polda Jatim Panggil Oknum Kanwil Kemenag yang Terlibat Penimpuan dan Percepatan Haji

JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memanggil oknum dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) setempat yang terlibat dalam penipuan percepatan pemberangkatan haji.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya, Jumat (9/8/2019) mengatakan, selain memanggil dari Kemenag yang dilaporkan tersangka Murtaji Junaedi, pihaknya juga akan memanggil saksi ahli dari kementerian setempat.

“Senin atau Selasa, 12-13 Agustus 2019 yang bersangkutan (oknum Kantor wilayah Kementerian Agama). Setelah itu akan dilakukan kroscek dengan Junaedi,” kata Kombes Pol Frans Barung.

Barung menyatakan pemanggilan terhadap oknum dari Kanwil Kemenag Jatim itu menandakan pihaknya serius menangani kasus yang merugikan sebanyak 51 calon jamaah haji dari berbagai daerah itu.

Pasalnya, pada kasus tersebut, uang nasabah sudah ditransfer dan sudah diambil oleh oknum Kanwil Kemenag. Selain itu, Barung menyatakan polisi telah melakukan pemeriksaan awal yang berpijak dengan adanya penipuan dan penggelapan sehingga akan terus melakukan pendalaman.

“Artinya kasus ini sudah bergulir, penahanan sudah dilakukan dan kami membuka materil dan formil atas kasus ini,” ujar Barung. Perwira dengan tiga melati emas di pundak itu berpendapat, Murtaji Juanedi mau menjadi koordinator bagi puluhan calon jamaah haji karena sudah diyakinkan oleh oknum Kanwil Kemenag Jatim tersebut.

“Mungkin sudah ada contoh dan diyakinkan oleh oknum rersebut. Oknum itu dapat meyakinkan dengan bujuk rayunya,” katanya.

Sebelumnya ada 59 calon haji yang merasa tertipu dan membuat laporan ke Polda Jatim. Namun kemudian, ada delapan orang yang membatalkan laporannya. Sehingga, jumlah korban merasa tertipu dan membuat laporan berjumlah 51 orang.

“Total kerugian korban lumayan besar, yakni lebih dari Rp850 juta. Besar sekali uang yang dikumpulkan tersangka ini,” ujar Barung. Dalam kasus ini polisi telah menahan Murtaji Junaedi yang diduga merupakan koordinator dalam percepatan pemberangkatan calon jamaah haji. (Tim/Jnr/Kmf)

Tutup