M-RADARNEWS.COM, JATIM – Sepanjang tahun 2025, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola dan Sentra Pelayanan Publik (SPP) Kota Surabaya mencapai 267.879 pengunjung. Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap pelayanan terpadu yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya melaporkan, bahwa MPP Siola dikunjungi 70.744 orang. Sementara itu, kunjungan ke SPP yang tersebar di empat titik antara lain SPP Menur 51.886 pengunjung, SPP Joyoboyo 3.985 pengunjung, SPP Pakal 3.211 pengunjung, dan SPP Nambangan 4.367 pengunjung.
Selain itu, PTSP Pusat mencatat 121.732 kunjungan, sedangkan Klinik Investasi melayani 11.437 pengunjung. Adapun layanan drive-thru di SPP Menur dimanfaatkan oleh 517 warga.
Baca juga: Jumlah Pemohon Adminduk di MPP Siola Surabaya Turun Drastis Berkat Optimalisasi Aplikasi KNG
Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya, Lasidi mengatakan, bahwa MPP Siola menjadi pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan dari 26 instansi. Layanan tersebut meliputi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya, instansi vertikal, hingga BUMN dan BUMD.
“MPP Siola menghadirkan beragam layanan dari DPM-PTSP, Dispendukcapil, DLH, Dishub, DPRKPP, Disperinaker serta instansi vertikal seperti BPN, BNN, Direktorat Jenderal Pajak, Polrestabes, pengadilan, dan kejaksaan. BUMN dan BUMD juga berperan, seperti Pos Indonesia, BPJS, Bank Jatim, dan PDAM,” terangnya, Selasa (13/01/2026).
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Pemkot Surabaya juga mengoperasikan SPP di Menur, Joyoboyo, Nambangan, dan Pakal. Di SPP Menur, tersedia layanan drive-thru untuk pembayaran dan pengambilan dokumen Izin Pemakaian Tanah (IPT).
“Layanan drive-thru mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan urusan tanpa harus masuk ke gedung. Ke depan, akan kami tambah layanan lainnya,” ujar Lasidi.
Ia menambahkan, bahwa Pemkot Surabaya melayani sekitar 1.428 jenis perizinan, sebagian besar telah terintegrasi secara daring melalui Surabaya Single Window (SSW) Alpha dan Online Single Submission (OSS).
Selain layanan tatap muka, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal konsultasi digital seperti WhatsApp ‘Takon Sobat’ dan layanan berbasis AI ‘Si Pintar’ yang beroperasi 24 jam. “Melalui layanan digital ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi perizinan dengan cepat dan mudah,” imbuhnya.
Menurut Lasidi, keberadaan Klinik Investasi di MPP Siola turut memperkuat ekosistem kemudahan berusaha di Surabaya, mulai dari pendampingan perencanaan hingga pengurusan perizinan. Ia menegaskan, bahwa MPP Siola menjadi salah satu MPP yang dinobatkan terbaik se-Indonesia. (by/jn/kf)
