M-RADARNEWS.COM, BOYOLALI – Permasalahan sampah menjadi tantangan yang terus dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Setiap hari, volume sampah yang dihasilkan masyarakat tak pernah menurun. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Boyolali terus mencari solusi, salah satunya dengan membangun tambahan blok sampah guna menampung peningkatan produksi harian.
Saat ditemui di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong, Kecamatan Boyolali, pada Selasa (25/11/2025), Kepala DLH Boyolali Suraji menjelaskan, bahwa sistem pengolahan yang diterapkan saat ini masih menggunakan metode control landfill. Metode tersebut dilakukan dengan cara menimbun, memadatkan, dan melapisi sampah memakai tanah secara berkala untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Suraji mengungkapkan, sampah yang masuk ke TPA Winong setiap harinya mencapai 120 ton, sementara kapasitas pengolahan TPA hanya 100 ton per hari. Kelebihan 20 ton ini disebabkan oleh menumpuknya sampah rumah tangga yang seharusnya masih memiliki nilai ekonomi namun langsung dibuang ke TPA. Faktor cuaca, terutama di musim hujan, juga meningkatkan tonase sampah yang masuk.
“Banyak sampah yang sebenarnya masih bisa didaur ulang atau dimanfaatkan, tetapi langsung dibuang ke TPA. Ini mempercepat penumpukan,” ujarnya.
TPA Winong saat ini memiliki luas 6,47 hektare, terdiri dari blok sampah aktif dan tidak aktif, area perkantoran, sarana prasarana, serta lahan cadangan. Mengingat kebutuhan yang semakin mendesak, DLH merencanakan penambahan luasan untuk menampung sampah baru.
Selain itu, Pemkab Boyolali kini tengah membangun blok sampah baru di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo seluas 1.000 meter persegi. Blok ini diproyeksikan mampu menampung sampah hingga enam bulan ke depan.
Di lokasi yang sama juga dibangun shelter pemulung yang berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah sebelum akhirnya masuk ke proses lanjutan pengolahan. Proyek tersebut didanai melalui APBD 2025 senilai Rp 1,67 miliar.
Suraji menambahkan, biaya pengolahan sampah tergolong tinggi, yakni Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per ton. “Bisa dibayangkan berapa besar anggarannya. Karena itu kita harus mengurangi sampah sejak dari rumah agar yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” tegasnya.
Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana yang turut meninjau lokasi TPA Winong, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah masing-masing. Ia menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya di sekolah, kantor, dan lingkungan rumah tangga.
“Mohon kerjasamanya, selalu pilah sampah untuk meringankan beban para pekerja di TPA. Kalau sampah sudah dipilah, pengolahannya jauh lebih mudah dan TPA bisa bertahan lebih lama,” ujar Wabup yang akrab disapa Fajar.
Pemkab Boyolali berharap pembangunan blok sampah baru ini dapat memperpanjang usia operasional TPA Winong, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dan mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (dn/**)
