M-RADARNEWS.COM, JATIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, bergerak cepat menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bupati Jember, M. Fawait langsung memimpin rapat koordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Berdasarkan dari data BMKG, cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim), termasuk di Kabupaten Jember, mulai 10 Februari hingga 20 Februari mendatang.

Bupati Fawait menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai tingkat kabupaten hingga desa, telah diarahkan untuk siaga penuh. Sinergi tersebut juga melibatkan lintas sektor yakni TNI, Polri, serta relawan penanggulangan bencana.

“Hari ini kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab Jember. Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini,” ujar Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember.

Ia menekankan pentingnya pemantauan kondisi lapangan secara real-time melalui penguatan koordinasi di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik berlebihan serta tetap memantau perkembangan cuaca di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap seluruh warga Jember tetap waspada. Kami dari pemerintah daerah, bersama TNI, Polri, dan kawan-kawan relawan, akan terus berjaga untuk memastikan semua kondisi tetap terkendali,” tegasnya.

Dengan demikian, Pemkab Jember berharap langkah preventif ini dapat meminimalisir dampak risiko bencana. “Semoga kita semua bisa melewati masa-masa ini dengan aman, dan Jember selalu diberikan keselamatan,” ucap Gus Fawait.

Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo menyampaikan, bahwa Bupati telah menetapkan status tanggap darurat mulai 12 hingga 26 Februari. Seluruh OPD dan unsur masyarakat akan fokus menangani dampak banjir bandang, termasuk perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

“Dengan keputusan tanggap darurat ini, BPBD, seluruh OPD, serta elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri, akan bahu-membahu menyelesaikan segala persoalan di lapangan. Fokus kami adalah menangani dampak banjir bandang, baik itu perbaikan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Hal senada pula disampaikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bahwa curah hujan di wilayah Jember saat ini termasuk kategori ekstrem berdasarkan rilis BMKG.

“Data BMKG menunjukkan bahwa curah hujan saat ini adalah yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ini merupakan situasi yang serius, namun kami meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan,” katanya.

Pj. Sekda Helmi juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan namun selalu waspada. Ia juga memastikan, bahwa pemerintah daerah akan terus bersiaga dan mendampingi masyarakat sepanjang masa tanggap darurat.

“Kami bersama-sama dengan seluruh elemen akan terus bersiaga. Pemerintah Kabupaten Jember hadir untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi dan melewati masa tanggap darurat bencana ini secara gotong-royong,” tutupnya. (yd/*)

Spread the love