M-RADARNEWS.COM, BALI – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melantik Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama serta mengambil sumpah/janji dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, pada Selasa (31/03/2026).
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI adalah I Nyoman Rudiarta, sebelumnya Kadis Pariwisata kini resmi menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Badung.
Pada kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa juga menyerahkan SK PNS kepada 580 orang, terdiri atas 270 PNS Golongan II dan 310 PNS Golongan III. Usai pelantikan, dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata, Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta organisasi kewanitaan.
Dalam sambutannya, Bupati Arnawa menegaskan, bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepercayaan pimpinan untuk mengemban tugas strategis sesuai kebutuhan daerah. Ia menekankan pentingnya peran Disdukcapil dalam mendukung Badung sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Posisi Badung sebagai daerah pariwisata menuntut kinerja ekstra. Arus masuk penduduk yang tinggi harus diimbangi dengan pelayanan administrasi kependudukan yang baik. Kualitas layanan Disdukcapil akan menjadi bagian dari performa pelayanan publik kita, yang berdampak langsung pada keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.
Bupati Arnawa berharap, pejabat baru dapat mengimplementasikan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Badung yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024-2029.
Kepada para PNS yang baru dilantik, Bupati berpesan agar meningkatkan kompetensi, integritas, dan disiplin kerja. Ia menegaskan bahwa aparatur harus meninggalkan pola pikir rutinitas dan mulai menjadi inisiator perubahan.
“PNS harus banyak belajar, membaca, dan mendengar. Tunjukkan kinerja, buat inovasi yang berdampak, jangan terjebak ego sektoral. Wawasan harus go internasional. Mulailah berubah menjadi penggagas, bukan hanya pelaksana perintah. Dengan begitu, visi dan misi kami dapat berjalan dengan baik,” tegasnya. (rd/**)
