M-RADARNEWS.COM, JATIM – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) IV Provinsi Jawa Timur (Jatim), terus mempercepat upaya perbaikan jalan nasional menyusul meningkatnya kerusakan akibat tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan sejumlah titik rawan mengalami pelapukan aspal, lubang, hingga kerusakan jalan.
Kasatker PJN IV Jatim, Ida Bagus Made Artamana, S.T., M.T., menyampaikan, bahwa wilayah kerjanya membentang sepanjang 494,55 kilometer, mencakup 199 jembatan sepanjang 6.410 meter, dengan tingkat kemantapan jalan saat ini berada pada 92,7 persen.
IB. Artamana mengungkapkan, sejumlah ruas membutuhkan perhatian khusus, di antaranya Pakah-Temangkar, Babat-Lamongan, Babat-Bojonegoro, serta Mojokerto-Jombang.
Sejak awal Januari 2026, lanjut Artamana, pihaknya telah menutup 5.265 titik lubang, dengan 57 titik tersisa yang ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Khusus di wilayah ini hingga Ngawi, telah dilakukan penanganan sebanyak 753 titik lubang, dan tersisa enam titik yang ditargetkan selesai hari ini,” ujar IB. Artamana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Jumat (27/02/2026).
Ia menambahkan, kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung berpotensi memunculkan lubang baru kapan saja. Untuk itu, setiap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah menyiapkan minimal satu tim reaksi cepat guna melakukan penyisiran dan penutupan lubang secara berkala.
Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, Satker PJN IV Jatim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemeliharaan rutin demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Upaya percepatan perbaikan ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas pada ruas-ruas strategis di Jawa Timur.
Dengan demikian, Kasatker PJN IV Jatim menegaskan, bahwa pihaknya akan tetap siaga sepanjang musim hujan, termasuk mengaktifkan tim reaksi cepat untuk merespons setiap laporan kerusakan yang muncul di lapangan. (by)
