JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-              Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali menggelar rapat paripurna pada, Senin (04/07/2022), yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Marsono didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Fuadi, Eko Mujiono dan Muslimin.

Bertempat di Ruang Rapat Paripurna S. Paryanto, SH, MH, agenda rapat meliputi penyerahan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Boyolali, usulan Bupati Boyolali yang diserahkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Boyolali dan empat Ranperda inisiatif dari DPRD Kabupaten Boyolali.

Dua Ranperda Kabupaten Boyolali dari Bupati Boyolali terdiri dari Ranperda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan Ranperda tentang Penanaman Modal.

Sedangkan empat Ranperda inisiatif dari DPRD Kabupaten Boyolali yakni Ranperda tentang Pengembangan, Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Tradisional; Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Cerdas; Ranperda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan; dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Desa Wisata.

Pengantar Ketua DPRD Boyolali mengenai empat Ranperda Inisiatif DPRD Kabupaten Boyolali, disampaikan oleh Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Boyolali, Dwi Adi Agung Nugroho. Dia menyoroti salah satu ranperda, yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Desa Wisata.

Menurutnya, Ranperda ini disusun dalam rangka memberikan pedoman dan landasan hukum bagi desa dalam mengelola potensi pariwisata.

“Banyak potensi wisata yang dimiliki desa di Kabupaten Boyolali perlu dikelola secara baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Pembentukan dan penyelenggaraan desa wisata diharapkan dapat memberikan kepastian hukum agar kebijakan pembangunan kepariwisataan di daerah dapat lebih terarah,” ungkapnya.

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, bahwa seluruh Ranperda disusun dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boyolali. Salah satunya yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut Bupati Said, lalu lintas dan angkutan jalan menjadi penting karena merupakan sektor vital dalam proses pembangunan sebuah daerah dan berpengaruh besar pada sektor-sektor lainnya.

“Apabila transportasi sebuah daerah baik dan tertata rapi, maka pembangunan di daerah tersebut akan bisa berjalan dengan lancar. Begitu pula sektor lainnya seperti ekonomi dan pariwisata akan dapat tumbuh dan berkembang secara beriringan dengan baik,” kata Bupati Said. (red/tld)

Facebook Comments Box