M-RADARNEWS.COM, JATIM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus memperkuat kualitas pelayanannya, salah satunya melalui optimalisasi layanan Lost and Found sebagai bentuk komitmen menjaga kenyamanan dan keamanan barang bawaan pelanggan.
Sepanjang tahun 2025, petugas KAI Daop 8 berhasil mengamankan 2.649 barang milik pelanggan yang tertinggal di area stasiun maupun di dalam kereta. Jika ditotal, nilai barang tersebut mencapai sekitar Rp1,62 miliar.
Barang-barang yang diamankan terdiri dari 418 barang berharga, 2.177 barang non-berharga, serta 54 barang makanan. Temuan ini mencerminkan tingkat kewaspadaan petugas di lapangan, sekaligus komitmen KAI dalam memastikan setiap barang pelanggan mendapat penanganan sesuai prosedur.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menjelaskan, bahwa layanan Lost and Found telah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan pelanggan.
“Kami menangani setiap laporan kehilangan secara cepat, sistematis, dan akuntabel. Tujuan kami jelas: memastikan barang pelanggan dapat kembali ke tangan yang berhak,” ujar Mahendro dikutib, pada Rabu (28/01/2026).
Dari total barang yang diamankan sepanjang tahun lalu, sebanyak 903 barang berhasil diserahkan kembali kepada pemiliknya. Sementara itu, 1.272 barang diserahkan kepada dinas sosial, dan 441 barang lainnya masih dalam proses penelusuran.
Seluruh barang temuan disimpan di Pos Pengamanan KAI pada beberapa stasiun besar, antara lain Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang. Pelanggan yang ingin mengambil barang diwajibkan membawa identitas diri sebagai langkah verifikasi.
KAI juga menyediakan berbagai jalur pelaporan, mulai dari kondektur, petugas Polsuska, hingga Contact Center 121. Semua data kehilangan dan temuan tercatat dalam sistem nasional Lost and Found, sehingga mempercepat proses identifikasi.
Khusus untuk barang berupa makanan olahan, KAI menerapkan prosedur ketat: jika tidak diambil dalam waktu lebih dari 1 x 24 jam, barang tersebut akan dimusnahkan demi menjaga kebersihan lingkungan stasiun.
Mahendro mengimbau pelanggan untuk lebih teliti saat bepergian menggunakan kereta api. “Sebelum turun dari kereta atau meninggalkan stasiun, pastikan seluruh barang bawaan sudah lengkap,” pesannya.
KAI menegaskan bahwa pengamanan dan penanganan barang pelanggan akan terus menjadi prioritas. Penguatan layanan Lost and Found diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kereta api, sekaligus memastikan setiap perjalanan berlangsung aman dan tanpa kekhawatiran. (by/*)
