M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), menargetkan pemasangan 1.000 sambungan listrik gratis berkapasitas 450 VA bagi masyarakat miskin pada 2025. Program ini dibiayai dari APBD Provinsi Jateng dan merupakan hasil kerja sama dengan PT PLN.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Agus Sugiharto menjelaskan, program pemasangan listrik gratis bersama PT PLN UID Jateng-DI Yogyakarta, sudah berjalan sejak 2014.
“Program ini sudah berjalan sejak 2014, sampai saat ini program tersebut sudah terealisasi 87.431 sambungan listrik,” kata Agus, seperti dikutib, pada Rabu (27/08/2025).
Selain dari anggaran Pemprov Jateng, Kementerian ESDM juga berencana mengalokasikan 25 ribu sambungan listrik gratis untuk masyarakat miskin di Jawa Tengah tahun ini.
Untuk menghindari pencabutan sambungan akibat keterlambatan pembayaran khususnya ketika masyarakat miskin, Agus mengusulkan agar sambungan listrik gratis 450 VA menggunakan konsep prabayar atau token pulsa.
“Jadi sambungan listrik yang diisi pulsa. Kalau yang pascabayar yang bulanan, itu risikonya kalau tiga bulan tidak bayar bisa dicabut. Sedangkan warga miskin kita kan tidak semua mampu melakukan pembayaran listrik tepat waktu, karena kondisi ekonomi,” jelasnya.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta agar program-program yang meringankan beban masyarakat tidak mampu, terutama yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, terus dimaksimalkan.
Sementara itu, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DI Yogyakarta, Bramantyo Agung Pambudi menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Pemprov Jateng dalam menyediakan sambungan listrik bagi warga miskin.
Ia juga menambahkan, bahwa PLN mendukung penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jateng untuk menunjang infrastruktur kendaraan listrik.
“Kami kerja sama dengan Dinas ESDM Jateng, untuk mendorong kelengkapan kendaraan listrik. Menginisiasi pemasangan fast charger di lingkungan kantor ESDM Jateng 30 KW, dengan metode sharing listrik,” pungkasnya. (ed/**)
