Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Inspektorat Buleleng Luncurkan Aplikasi Perisai
M-Radar News, Buleleng – Inspektorat Kabupaten Buleleng, terus memperkuat penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan aplikasi Pengelolaan Risiko Berbasis Aplikasi (Perisai).
Aplikasi ini diharapkan dapat membantu perangkat daerah mengenali berbagai potensi risiko sejak dini, sehingga langkah pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani saat memimpin sosialisasi aplikasi Perisai di Ruang Rapat Unit IV, pada Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ni Made Susi juga menekankan pentingnya komitmen perangkat daerah dalam mengimplementasikan inovasi digital.
Menurutnya, kehadiran teknologi harus diikuti dengan penerapan yang konsisten agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Ia berharap, melalui sosialisasi ini, perangkat daerah semakin memahami fungsi dan manfaat aplikasi Perisai serta mampu mengintegrasikannya ke dalam pelaksanaan tugas dan program kerja masing-masing.
Susi juga menjelaskan, bahwa pengelolaan risiko merupakan bagian penting dalam penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi. Penilaian tersebut meliputi SPIP, Indeks Manajemen Risiko, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi.
“Setiap perangkat daerah dituntut mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target organisasi. Risiko tersebut dapat berupa risiko strategis maupun risiko operasional, sesuai karakteristik program, kegiatan, dan proses bisnis masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan risiko harus dilaksanakan melalui tahapan yang sistematis. Setelah risiko diidentifikasi, perangkat daerah perlu melakukan penilaian, menentukan strategi pengendalian, melaksanakan rencana yang telah disusun, serta mengevaluasi hasilnya.
Dalam mendukung proses tersebut, aplikasi Perisai menyediakan sarana untuk mendokumentasikan tahapan pengelolaan risiko, mulai dari identifikasi dan penilaian risiko, penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), hingga pemantauan dan evaluasi.
Pemanfaatan aplikasi secara optimal diharapkan dapat meningkatkan ketertiban administrasi, memperkuat efektivitas pengendalian internal, serta membantu perangkat daerah mengantisipasi hambatan dalam pencapaian target organisasi.
Lebih lanjut, Susi menegaskan, keberhasilan penerapan Perisai membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh perangkat daerah agar inovasi digital tidak hanya menjadi sarana administratif, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja.
“Dengan komitmen bersama dan pemanfaatan inovasi digital secara optimal, Inspektorat Kabupaten Buleleng mendorong terwujudnya pengelolaan pemerintahan yang semakin berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pencapaian sasaran pembangunan daerah,” tutupnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















