Boyolali Per Hari Ini, Kadinkes: Ada 12 Klaster Covid-19 Masih Aktif
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Informasi pandemi Covid-19 di Boyolali masih terus berkembang dan berubah. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali kembali menyampaikan perkembangan data hingga hari ini Rabu (14/10), bahwa menunjukkan pertambahan jumlah kasus. Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina menyampaikan bahwa masih terdapat 12 klaster Covid-19 di Boyolali yang masih berlangsung hingga sekarang.
“Kalau dilihat perkembangan kasus sesuai klasternya saat ini, klaster yang masih aktif atau belum selesai ini ada 12 klaster,” ujar Lina, panggilan akrab Ratri S. Survivalina, Rabu (14/10/2020).
Klaster tersebut yaitu Mila Husada, SYN Pandeyan, SMR Selodoko, JHP Pulutan, ABP Dibal, dan MNA Kebonan. Selain itu, ada pula kasus yang berkembang dari klaster Nakes dr Oen, JPT Gombang, SSH Ngenden, TRN Bantengan, ARS Pelem dan SAD Juwangi.
Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa terdapat penambahan kasus pada Sabtu-Rabu (10-14/10) sebanyak 14 kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali. Kasus tersebut dikonfirmasi pada hari yang berbeda, pada Sabtu (10/10) terkonfirmasi sebanyak tiga kasus, Minggu (11/10) terdapat enam kasus, dan Senin (12/10) sebanyak satu kasus. Sementara itu, pada Selasa (13/10) terdapat penambahan kasus sebanyak dua, dan penambahan dua kasus konfirmasi pada Rabu (14/10).
Sebanyak 14 kasus positif Covid-19 tersebut tersebar di delapan kecamatan diantaranya di Kecamatan Ngemplak, Tamansari, Ampel, Mojosongo, Sawit, Boyolali, Nogosari dan Klego. “Jadi jumlah total kasus konfirmasi sebanyak 959,” terangnya.
Lina menambahkan, jumlah 959 kasus tersebut yang posisi masih dirawat ada 119, yang melaksanakan isolasi mandiri 63, sudah selesai isolasi 740 dan meninggal 37. Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk presentase kesembuhan sebesar 77 persen, sedangkan presentase kematian ada 4 persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status resiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 2,10 yang berarti berada di zona resiko sedang (zona oranye). (tim/hm)








