Peringati Hari Jadi ke-217, Bupati Klaten Serahkan Bansos kepada Relawan Covid-19 dan PKL
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Bupati Klaten, Sri Mulyani serahkan bantuan sosial (bansos) kepada para relawan Covid-19 dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Jumat (30/07/2021) pagi.
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-217 Kabupaten Klaten, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyerahkan bantuan sosial berupa 600 paket sembako untuk para relawan pemakaman jenazah Covid-19, 365 paket sembako untuk PKL yang paling terdampak karena adanya PPKM level 4, dan 15 kardus hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD) yang diserahkan ke 15 kecamatan untuk para relawan Covid-19.
Selain itu juga diserahkan bantuan dana kepada 2.500 lansia yang masing-masing akan menerima Rp400.000 dan 250 Orang dengan Kedisabilitasan Berat (ODKB) yang masing-masing akan menerima Rp1.500.000. Serta hibah bansos sejumlah Rp150.000.000 kepada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) dan Rp15.000.000 kepada PRSABHBM Sanggar Pengayoman. Bantuan sosial tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh ASN dan DPRD Kabupaten Klaten.
Sri Mulyani menyampaikan, bahwa Pemerintah Daerah akan memberikan izin buka kepada para PKL dalam masa PPKM Level 4 dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Beliau juga mengimbau kepada seluruh PKL, khususnya yang berjualan di sepanjang Jalan Pemuda maupun alun-alun untuk tetap memperhatikan jam operasional yang berlaku hingga pukul 20.00 WIB.
“Hal ini akan menjadi wujud kerjasama dari masyarakat, Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, dan Satpol PP dalam menjalankan peraturan daerah dan mengurangi penyebaran virus serta jumlah kasus kematian akibat Covid-19,” ungkapnya.
Mengingat bahwa kontak erat merupakan salah satu mata rantai utama penyebaran Covid-19, maka Sri Mulyani menyampaikan, bahwa lokasi isolasi terpusat dioperasikan agar masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat dipisahkan dengan masyarakat yang negatif dalam satu rumah. Selain itu, peranan relawan baik di tingkat kecamatan maupun desa yang membantu memakamkan jenazah Covid-19 juga tidak terlepaskan.
“Pemerintah Kabupaten Klaten akan berusaha memenuhi kebutuhan para relawan dengan harapan upaya meminimalkan penyebaran Covid-19 dapat tercapai,” pungkas bupati Klaten Sri Mulyani.
Ditemui seusai acara, Nasir (38) seorang PKL mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten.
Seperti yang telah diketahui, alun-alun Kabupaten Klaten ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat. Hal tersebut tentunya sangat mempengaruhi penghasilan para pedagang yang memanfaatkan alun-alun sebagai tempat berjualan. Termasuk Nasir (38) yang merupakan seorang pedagang mainan dan soto asal Bayat.
Nasir mengatakan, pelaksanaan PPKM Darurat menyebabkan pendapatan PKL merosot. Sebelumnya, bapak 3 anak ini dapat memperoleh 150.000 per hari dari hasil penjualan. Namun
sejak alun-alun ditutup, Nasir mengaku kesulitan untuk mempertahankan kondisi ekonominya.
Oleh karena itu, Nasir menyatakan rasa terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten. Bantuan ini diharapkan bisa membantu para pengusaha kecil yang terdampak perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Nasir berharap ke depannya kondisi di Klaten segera membaik agar PPKM bisa segera dilonggarkan pelaksanaannya. (red/hm)








