500 Warga Jetis, Juwiring Terima Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 dengan Prokes Ketat
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Kepedulian Pemerintah Pusat dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 terus dilakukan hingga ke wilayah desa.
Begitu juga warga yang mendapatkan perhatian menyambut hangat dari kegiatan vaksinasi tersebut. Seperti halnya di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Hal tersebut terlihat dari antusias masyarakat Desa Jetis, Juwiring untuk mengikuti jalannya vaksinasi Covid-19 tahap pertama jenis Sinovac. Bertempat di aula balai desa pada, Jumat (17/09/2021)
“ini merupakan vaksinasi tahap pertama yang di ikuti 500 orang warga dari Desa Jetis. Untuk usia 20 tahun ke atas dan lansia, dengan tujuan dapat menerima suntikan vaksin Covid-19 agar warga masyarakat tetap sehat dan kebal terhadap penyebaran virus Corona,” ucap Sekdes Mulyata yang mewakili Kades Slamet Witoyo, disela-sela pantauan vaksinasi warganya.
Pemdes Jetis berharap dengan telah di terimanya suntikan vaksin Covid-19, maka warga masyarakat sehat, kuat serta kebal dalam menghadapi penyebaran virus Covid-19.
Sekdes meminta kepada warganya agar selalu menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Meski sudah mendapatkan suntikan vaksinasi, warga diharap tetap wajib menerapkan protokol kesehatan dengan 5 M,” kata Sekdes Mulyata.
Panitia pun menggelar vaksinasi dengan dibagi 3 session, yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Hal penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan secara ketat. Semua peserta diwajibkan memakai masker dan harus cuci tangan atau memakai hand sanitazer. Tempat duduk untuk menunggu juga dibuat berjarak 1-2 meter, peserta vaksin masuk ke bilik yg tertutup.
Koordinator Vaksin Covid-19 dari Puskesmas Juwiring dr Sivi B mengatakan, vaksinasi di Desa Jetis melibatkan 80 orang petugas, dibantu bidan desa, perangkat desa, kader masyarakat, guru, siswa sekolah menengah, anggota koramil dan polsek.
“Vaksinasi hari ini semoga lancar dan bermanfaat bagi warga untuk menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan bagi lansia,” lanjut dr Sivi. (Dan)








