Kepsek SMA Dwijendra Denpasar Berharap Pemerintah untuk Memperdayakan Sekolah Swasta

BALI, (M-RADARNEWS.COM),-              Pemerintah Indonesia diharapkan lebih memperhatikan atau memperdayakan sekolah swasta seperti bantuan dana pendidikan untuk siswa miskin sesuai dengan kebutuhan biaya pendidikan di sekolah swasta per siswa berapa untuk setiap bulannya. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Dwijendra Denpasar,  Drs I Made Oka Antara, M.Hum., saat ditemui diruang kerjanya pada, Kamis (16/12/2021).

Lebih lanjut Made Oka mengatakan, sedangkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masih belum bisa mencukupi per siswa hanya mendapatkan 1,6 juta per siswa untuk 1 tahun, itu pun tidak bisa digunakan untuk semua kebutuhan sekolah. Seperti bayar honor, hanya beberapa saja bisa membayarkan honornya sesuai dengan kebijakan.

“Tidak semua guru bisa dibayar dari dana BOS, karena dana BOS belum lagi masuk digunakan untuk keperluan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jadi honor masih tanggungan dari Yayasan, dan juga harus memungut dana dari masyarakat,” kata Made Oka.

“Ini yang harus kita usulkan dan upayakan agar pemerintah bisa membantu, jadi tidak bisa menyalahkan pihak sekolah atau pemerintah setempat. Inilah harapan kami,” tambahnya.

Lanjut Made Oka menyampaikan, bahwa pemerintah bisa mendata siswa yang mau mendaftar ke sekolah swasta. Jadi pemerintah mengetahui siapa yang mendapatkan beasiswa, seperti misal Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan atau pemerintah bisa menanggung beberapa persen dari biaya pendidikan siswa.

“Misal, siswa harus mencari sekolah swasta yang pembayarannya maksimal sekian, jadi sekolah swasta juga berupaya untuk memberikan subsidi jika bantuan dana pendidikan dari pemerintah masih belum bisa menutupi biaya yang harus dibayarkan oleh siswa penerima bantuan dana tersebut. Seperti contoh, kita menerima anak panti asuhan tidak dipungut biaya (bebas, red) karena kita pihak sekolah memberikan subsidi karena jumlahnya sedikit,” ujar Made Oka.

Made Oka berharap adanya sinergi antara pihak sekolah dengan pemerintah seperti dengan instansi/lembaga terkait. Sehingga pemerintah jauh sebelumnya sudah menyiapkan anggaran untuk itu, jadi semua lini bisa berjalan. “Sejauh ini belum ada upaya untuk memberikan bantuan subsidi kepada anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya.

“Harapan kami kepada pemerintah untuk memperdayakan sekolah-sekolah swasta terutama yang sudah memiliki kualifikasi, sarana prasarana yang lengkap dan Sumber Daya Masyarakat (SDM) guru yang sudah memadai. Jangan nanti secara pelan-pelan sekolah swasta mati atau gulung tikar, sehingga banyak tenaga kerja pendidik kehilangan pekerjaan,” pungkas Made Oka. (yd)

Tutup