Sambut KTT G20, Pemkab Banyuwangi Mantapkan Persiapan Pengamanan Bersama Tiga Pilar
“Banyuwangi merupakan daerah pendukung, perlu dijaga konduktivitasnya. Makanya kita konsolidasi bersama berbagai elemen untuk menyongsong G20,” kata Ipuk.
Hadir dalam sinergi ketiga pilar tersebut, selain Bupati Ipuk, hadir pula Wabup Banyuwangi Sugirah, Kapolsek Banyuwangi Kompol Deddy Foury Millewa, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadhan, perwakilan Lanal Banyuwangi, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Moehammad Pandji Santoso, perwakilan Densus 88 Mabes Polri Kompol Agta Buana Putra, perwakilan Ketua DPRD, serta perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) lainnya.
Turut hadir seluruh Babinsa dan Babhinkamtibmas camat, kepala desa di wilayah Banyuwangi, serta tokoh agama dan Forum Kesatuan Umat Beragama (FKUB), serta elemen masyarakat lainnya.
“Sengaja kami undang semua, mulai dari Babinsa dan Babhinkamtibmas serta kepala desa, agar kondusivitas juga terjaga sampai ke desa-desa,” paparnya.
Ada dua isu utama dalam pertemuan tersebut. Selain konsolidasi keamanan G20, juga mengantisipasi radikalisme yang berpotensi muncul.
“Makanya kami meminta aparat desa serta Babinsa dan Babhinkamtibmas untuk bersama-sama memantau jika ada hal-hal yang mencurigakan di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.
Bupati Ipuk optimis Banyuwangi dapat mempertahankan konduktivitasnya, karena sebelumnya Banyuwangi juga pernah mengalami menjadi daerah pendukung dalam penyelenggaraan Annual Meeting International Monetary Fund and World Bank (IMF-WB) yang juga digelar di Bali pada 2018 lalu.
“Kondisinya sama seperti Pertemuan Tahunan IMF beberapa waktu lalu. Saat itu, Banyuwangi juga ditetapkan sebagai kawasan pendukung kegiatan. Tempat-tempat yang menjadi pintu gerbang ke Bali, seperti Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi, kami akan memperketat pengamanan,” terangnya.
“Kedepannya kemungkinan Bandara Banyuwangi akan dijadikan tempat parkir pesawat delegasi, jika bandara di Bali tidak mencukupi,” imbuh Ipuk.
Soal pengamanan jelang G20, Kapolres Banyuwangi mengatakan, bersama TNI telah melakukan tahapan kegiatan kesiapan kekuatan. Nantinya, simulasi keamanan juga akan dilakukan menjelang G20.
“Fokus pengamanan kami di Pelabuhan Ketapang dan pelabuhan rakyat, serta Bandara Banyuwangi,” kata Kapolres Deddy.
Kapolres menambahkan, polisi akan mengerahkan 300 personel, ditambah satu peleton Brimob dan personel Sabhara dari Polda Jatim. “Satu bulan sebelum pelaksanaan G20 akan ada tambahan personel,” bebernya.
Ditambahkan Dandim Banyuwangi, skenario cadangan juga telah dilakukan jika terjadi prosedur pelarian bagi para delegasi. “Kami telah menyiapkan pengkondisian prosedur pelarian jika terjadi sesuatu yang tidak terduga,” kata Dandim.
Menurut Dandim, Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi menjadi objek vital selama pelaksanaan G20. Nantinya, kendaraan khusus dan aparat keamanan akan disiapkan.
TNI AD sedang menyiapkan satu SSK pasukan dan akan mendapatkan bantuan tambahan dari batalyon Jember. “Untuk penambahan pasukan, kami menunggu instruksi dari Kodam Brawijaya dan Mabes TNI,” ungkap Dandim.
Selain itu, mengenai potensi radikalisme, Dandim meminta Babinsa dan Babhinkabtimas untuk memantau wilayahnya masing-masing. “Babinsa dan Babhinkabtimas adalah ujung tombak untuk mengantisipasi radikalisme,” pungkasnya. (hm/*)








